Selasa, 3 Februari 2026

Kepala BP Batam Menjelaskan Mengapa Aktif dalam Kegiatan Pariwisata

Berita Terkait

Kepala BP Batam Lukita Dinasyah Tuwo memberikan pemaparan kepada waratawan pada acara silaturahmi dengan insan media di Gedung BP Batam, kamis (28/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pada akhir tahun 2017 Badan Pengusahaan (BP) Batam secara mengejutkan menggarap 3 acara besar kegiatan pariwisata. Dua wisata olahraga dan sebuah karnaval.

Di hadapan wartawan, Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo menjelaskan diatas kertas tiada keuntungan yang bisa didapatkan oleh BP dari kegiatan pariwisata.

“Sebagai BLU (Badan Layanan Umum) pendapatan BP Batam hanya berasal dari Bandara, lahan serta pelabuhan,” ujar Lukita di Balairung BP Batam, Jumat (29/12/2017), malam.

Turis datang ke Batam, makan di restoran, menginap di hotel dan sebagainya berarti pemasukan bagi PAD.

“Ya kalau ada pemasukan itu dari pelabuhan, tapi itu kecil,” imbuhnya.

“Tapi kami ingin ekonomi Batam bangkit,” imbuhnya.

Lukita mengakui bahwa BP Batam juga punya tugas untuk mengembangkan pariwisata. Hal tersebut terlampir di UU FTZ yang menyatakan ada penugasan dari pemerintah pusat ke BP Batam untuk mendukung pariwisata.

“Perppu tentang FTZ yang kemudian jadi UU FTZ, ada pariwisata. Untuk membangkitkan ekonomi,” sambungnya.

Pariwisata, kata Lukita, akan menjadi sumber ekonomi baru di Batam. BP Batam memilih program yang cepat membangun ekonomi Batam, karena event pariwisata merupakan yang paling cepat.

“BP Batam akan bangun destinasi pariwisata selain event wisata. Hanya saja bangun destinasi butuh waktu dua tahun. Nah, sambil membangun, BP Batam akan membantu Pemko Batam meningkatkan kunjungan wisman,” tegas Lukita.

Lukita mengungkapkan, mereka menyiapkan pusat ekonomi baru yang juga mendukung parIwisata. Lokasinya di Nongsa, Tanjungpinggir dan juga Batamcentre.

“Ada beberapa resort yang akan dibangun (swasta). Di Tanjungpinggir sekitar 230 hektar, termaksud untuk wisata. Nanti ada disana Elang Laut, seperti garuda wisnu di Bali dan sudah ada investor tunggal yang akan membangunnya. Makanya kami selesaikan dulu lahannya,” Lukita menguraikan.

Mengembangkan parawisata sangat memerlukan destinasi wisata baru. Namun untuk membangun destinasi pariwisata membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Ada beberapa investor yang ingin berinvestasi besar. Tapi tidak bisa saya sebutkan dan ini tidak main-main. Bisa miliaran dolar dan harus jajaki. Makanya saya bilang, destinasi itu butuh waktu,” ulangnya.

Tahun 2018 serangkaian kegiatan wisata sudah diagendakan.

Sementara itu, pagi ini, BP mengadakan car free day, di bundaran BP Batam. Aneka kegiatan dilaksanakan di sana termasuk bazzar untuk menghidupkan ekonomi rakyat. (leo)

Update