Pilot Malindo Air, Amad Syahman (tengah) positif mengkonsumsi sabu, Sabtu (30/12/2017). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri melakukan razia rutin di Bandara International Hang Nadim Batam, Sabtu (30/12/2017).

Dari razia itu, terjaring satu orang pilot Maskapai Malindo Air karena hasil tes urinnya positif menggunakan narkoba.

Pilot bernama Ahmad Syahman bin Saharuddin, berusaha membuang sabu seberat 1,90 gram ke di toilet. Sabu itu disimpan dalam kotak kacamata milik pilot berkewarganeraan Malaysia itu.

“Kami akan proses sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia,” kata Kepala BNNP Kepri Ricard Nainggolan, Sabtu (30/12).

Ahmad Syahman, sejak menginjak kakinya di terminal kedatangan Bandara International Hang Nadim Batam, sudah dipantau oleh beberapa anggota BNNP Kepri. Dari caranya berjalan, berbicara dan gerak gerik matanya, petugas BNNP Kepri menduga Ahmad dalam pengaruh narkoba.

Namun petugas BNNP Kepri tidak langsung menangkap Ahmad. Sesuai rencana awal, pemeriksaan tas-tas milik penumpang tetap dilakukan pihak Bea Cukai Batam. Pemeriksaan tidak hanya menggunakan mesin X-ray saja, tapi juga menurunkan anjing pelacak khusus narkoba.

Satu per satu tas milik penumpang masuk X-ray dan diendus anjing pelacak. Ahmad yang sebelumnya sudah diberitahu pemeriksaan ini hanya kepada penumpang saja. Terlihat cukup santai menunggu gilirannya untuk memasukan tasnya ke dalam x-ray.

Namun begitu giliran Ahmad dan krunya, General Manager Operasional Bandara International Hang Nadim Suwarso meminta Pilot, Co Pilot dan dua orang pramugrinya menjalani tes urin. Co Pilot dan dua pramugari Malindo Air bersikap kooperatif. Dengan patuhnya ketiga orang ini mengikuti permintaan Suwarso.

Sedangkan pilot Maskapai Malindo Air, Ahmad ini berusaha untuk tidak mengikuti tes urin itu. Ia mengatakan kepada Suwarso, bahwa dirinya sedang terburu.

“Tapi saya bilang sebentar saja,” ucap Suwarso.

Lalu dia mengeluarkan alasan lain, dirinya akan dipanggil pihak Lion Air grup. Tapi alasan ini berhasil dipatahkan Suwarso.

“Dia bilang lagi, sudah selesai buang air kecil, tapi saya bilang lagi ke dia nanti minum. Ikuti saja tesnya, tak lama,’ ungkap Suwarso.

Setelah sekitar 10 menit debat. Akhirnya Ahmad mau mengikuti tes itu. Ahmad terlebih dahulu mengambil gelas untuk menampung air seninya. Lalu disusul oleh Co Pilot dan dua pramugari Malindo Air.

Co Pilot dan dua pramugari ini tak berapa lama keluar. Dan menyerahkan air seni ke petugas BNNP.

“Hasilnya negatif,” ucap Kepala BNNP Kepri Ricard Nainggolan.

Sedangkan Ahmad belum juga keluar dari toilet. Ia beralasan tidak bisa buang air kecil. Sehingga petugaspun menunggu pilot asal Malaysia di depan pintu toilet.

Ahmad masuk ke dalam toilet pukul 11.15. Namun hingga pukul 12.10 belum juga bisa buang air kecil. Petugas sudah memberikan minum, tapi tetap juga tidak bisa.

Akhirnya Ricard meminta Kabid Brantas BNNP Kepri Bubung Pramiadi membawa saja Ahmad menuju ke Kantor BNNP di Nongsa.

“Bawa saja, di kantor kita lanjutkan,” ujarnya.

Ahmad digiring keluar dari toilet. Tapi sebelum keluar, ia membuang kotak kacamatanya. Aksi ini ketahuan oleh petugas. Dan petugas itu mengkode Kabid Brantas BNNP Kepri. Mengerti kode itu, Bubung meminta anggotanya segera membawa Ahmad ke BNNP Kepri.

Setelah sampai di BNNP Kepri, Ahmad akhirnya bisa buang air kecil. Hasil tesnya positif.

“Kami akan bawa hasil ini ke BNN Pusat, untuk uji konfirmasi,” ungkap Ricard.

General Manager Operasional Hang Nadim, Suwarso menegaskan Pilot Malindo Air ini dilarang untuk terbang. Nantinya akan disiapkan pilot cadangan, yang akan membawa pesawat ini kembali ke Malaysia.

“Untungnya mereka baru besok (hari ini, red) berangkat, jadi ada waktu menyiapkan pilot cadangan,” ujarnya.

Corporate Communication Lion Air Group, Ramaditya Handoko membenarkan adanya pilot Malindo Air positif mengkonsumsi zat narkotika.

“Atas nama manajemen Lion Air Group, kembali mengucapkan terima kasih banyak dan mengapresiasi kinerja dari BNN yang terus melakukan pemberantasan Narkoba khususnya di kalangan awak pesawat, yang dimana hal ini sejalan dengan prinsip perusahaan dalam memberikan larangan keras terhadap pegawai nya jika terbukti memiliki ataupun mengkonsumsi obat-obat an terlarang,” tuturnya.

Ia mengatakan akan menyerahkan proses hukum ini kepada pihak yang berwenang, tentunya sesuai dengan aturan yang berlaku. Jika terbukti bersalah, yang Ahmad akan menerima sanksi tegas.

“Sanksinya berupa pemberhentian hubungan kerja,” katanya.

Soal penerbangan Batam ke Subang, Rama meminta masyarakat tidak perlu risau. Pihaknya sudah menyiapkan pilot penganti.

“Sehingga tidak akan mengganggu operasional pada penerbangan tersebut,’ ucapnya.

Selain memeriksa Pilot Malindo Air. Pihak BNNP Kepri juga melakukan tes urin terhadap pilot dan serta kru dari Maskapai Citilinkd dan Lion Air. Namun hasilnya negatif, kru dari Citilink dan Lion Air ini bebas dari narkoba. (ska)