batampos.co.id – Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro menyatakan bahwa sampai saat ini kasus dugaan korupsi dana penyertaan modal APDB 2014 di Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Pelabuhan Kepri masih dalam tahap pengumpulan data dari instansi terkait.

“Untuk kasusnya masih dalam bentuk laporan informasi. Kami masih dalam tahap pengumpulan data,” ujarnya saat dihubungi Batam Pos, beberapa waktu yang lalu.

Hingga saat ini, Tedjo mengaku bahwa pihaknya masih memeriksa satu orang saksi dalam menindak lanjuti kasus dugaan korupsi sebesar Rp 25 miliar ini. Namun, saat dikonfirmasi siapa yang diperiksa oleh pihaknya terkait laporan informasi ini, Tedjo masih enggan membeberkannya.

“Saksi yang kita periksa sejauh ini baru satu saksi, dari instansi terkait. Nanti akan kami panggil saksi-saksi lainnya untuk mengumpulkan data-datanya,” kata dia lagi.

Ia menambahkan, usai meminta keterangan dari beberapa orang saksi-saksi dan pengumpulan data, Polres Tanjungpinang akan segera melakukan gelar perkara, untuk menentukan kasus ini apakah memenuhi unsur-unsur tindak pidana korupsi atau tidak. Jika memenuhi, Polres Tanjungpinang akan meningkatkan kasus ini ke penyidikan.

“Saat ini kasusnya masih dalam lidik, belum ke sidik. Nanti setelah gelar perkara baru bisa duputuskan apakah bisa dinaikkan atau tidak,” imbuhnya.

Adapun penyelidikan yang dilakukan Polres Tanjungpinang ini bermula dari informasi bahwa penggunaan dana penyertaan modal APDB Kepri untuk menggerakkan BUP milik Pemerintah Provinsi Kepri sebesar Rp 25 miliar habis digunakan hanya untuk biaya operasional saja.

Hal ini menimbulkan kecurigaan aparat kepolisian untuk meyelidikinya lebih jauh lagi. Bahkan, aparat kepolisian juga sudah melakukan pemanggilan terhadap Kepala Biro Administrasi Perekonomian Provinsi Kepri untuk menyerahkan data penyertaan modal Pemerintah Provinsi Kepri ke PT Pelabuhan Kepri. (cr1)

Respon Anda?

komentar