Drg Ani Dewiyana

batampos.co.id – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji resmi dijabat oleh Drg Ani Dewiyana. Ani menggantikan Didi Kudmajardi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD selama empat bulan.

Ani bukanlah orang baru dalam mengelola rumah sakit, sebelum ini, ia bertugas sebagai PLT Wakil Direktur RSUD Provinsi Kepri.

Sebagai direktur baru, Ani bertekad akan terus meningkatkan pelayanan medis di rumah sakit bertipe B Paripurna itu. Hal itu dimulai dengan memutasi enam pejabat lama yang menjabat sebagai Kepala bagian Pelayanan, Kabag Program, Kabag Keperawatan, Kabag Keuangan, Kabag Umum dan Kepegawaian, Kabag Penunjang, Kabag Pelayanan Medik. Pergantian tersebut, katanya, agar tidak mengganggu proses penyelesaian temuan audit BPK Kepri.

“Semua kepala bidang yang terlibat dalam audit temuan BPK Kepri ikut dimutasi dan mereka harus bertanggung jawab dengan apa yang menjadi temuan BPK Kepri,”kata Ani, usai serah terima jabatan (sertijab), Rabu (3/1).

“Jadi kepala Bagian yanh baru dilantik, akan bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku,” sambungnya.

Untuk itu, sebagai direktur baru ia berjanji akan memperbaiki permasalahan yang dialami RSUD. Mulai dari persoalan kekurangan obat, peralatan yang sudah banyak rusak hingga persoalan tagihan-tagihan yang tersendat pembayaran, semua akan diselesaikan sesuai dengan prosedur yang ada.

“Sebagai direktur baru saya tentu harus berkerja keras untuk menyelesaikan semuanya dan menjalankan rumah sakit ini dengan baik sesuai visi dan misi yang ada,” ucapnya.

Saat ini RSUD yang telah menyandang statu tipe B itu, diakui Ani sudah dilengkapi dengan fasilitas dan tenaga medis yang memadai. Mulai dari poli-poli pelayanan sudah tergolong lengkap sebagai rumah sakit rujukan regional.

Dilantikanya Ani Dewiyana sebagai direktur baru itu disambut baik masyarakat yang ditemui wartawan di lingkungan rumah sakit tersebut. Warga berharap agar perubahan pelayanan medis dari yang kurang baik menjadi lebih baik lagi kedepannya.

“Harapan semoga lebih baik lagi kedepannya. Obat-obatan jangan habis lagi dan pelayanan pasien BPJS jangan dianak tirikan,” ujar Harianto, keluarga pasien yang ditemui di RSUD, kemarin. (cr19)

Respon Anda?

komentar