batampos.co.id – Harga gula di pasaran di Natuna kembali normal. Spekulan gula kini tak bisa berkutik. Sebelumya gula dipasaran tembus Rp 14 ribu hingga Rp 15 ribu per kilo. Kini disetarakan harga dijual Bulog, Rp 11 ribu per kilo.

Normalnya harga gula di Ranai, sejak Kantor Seksi logistik Ranai bersama Pemerintah Daerah menggelar operasi pasar sejak satu pekan terakhir, menjelang tahun 2018.

Kepala Kantor Seksi Logistik Ranai Ruyun Rajab Panjaitan mengatatakan, operasi pasar sudah dihentikan sesuai instruksi Menteri Pedagangan. Namun Bulog Ranai dan Sedanau masih memiliki stok gula yang cukup untuk kebutuhan masyarakat. Stok gula di gudang bulog saat ini masih 55 ton dan digudang Sedanau masih 94 ton.

Menurut Ruyun Rajab, operasi pasar yang digelar selama satu minggu terakhir sangat berdampak pada harga penjualan komoditi gula di masyarakat. Sebelumnya dinilai adanya permainan spekulan, namun setelah dilaksanakan operasi pasar, harga gula kembali normal.

“Operasi pasar sebelumnya, disebabkan adanya kenaikan harga di pasaran diatas 10 persen. Sehingga perlu dilakukan penekanan harga, termasuk harga beras. Tapi sekarang harga gula sudah normal, memang terlihat permainan spekulan,” ujar Ruyun Rajab, Selasa (2/1).

Gudang Bulog Ranai dan Sedanau sambung Rajab, memberikan kebebasan masyarakat membeli gula, baik pedagang besar maupun pedagang kecil. Harga di gudang Rp 11 ribu per kilo gram. Ditambah ongkos buruh Rp 100 per kilo.

“Sekarang gula boleh membeli langsung di gudang bulog. Tidak ada pembatasan jumlah pembelian,” ujar Rajab.

Saat ini gudang Bulog masih memiliki stok beras sebanyak 150 ton Ranai dan 100 ton di gudang Bulog di Sedanau. Stok tersebut tidak dijual, untuk disalurkan kepada penerima bantuan sosial. Dan ke depannya, Bulog Ranai juga akan menyetok minyak goreng. Saat ini masih dikaji harga yang cocok di Natuna.

“Sekarang di Bulog Batam sudah menyetok minyak goreng, Natuna masih akan dihitung Bulog Pusat, berapa dijual kepada masyarakat. Pastinya setelah musim Utara mereda. Dan melihat pangsa pasar dan biaya,” jelas Rajab.

Dikatakan Rajab, permainan pasar yang rawan di Natuna adalah telur. Apalagi memasuki musim angin Utara. Harga telur sangat cepat mengalami kenaikan ketika stok menipis. Disatu sisi telur tidak bisa barang tidak tahan di stok lama dan mudah rusak.(arn)

Advertisement
loading...