Iklan
ilustrasi

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam melanjutkan program pengadaan air bersih di hinterland tahun ini. Bahkan tidak saja itu, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang juga telah merencanakan pembangunan sanitasi yang layak di daerah pesisir tersebut.

Iklan

“Tahun in kami tetap lanjutkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih serta membenahi sanitasi mereka yang tinggal di pesisir,” kata Kepala Dinas CKTR Kota Batam, Suhar usai menghadiri apel bersama di Dataran Engku Puteri, Selasa (2/1/2018).

Ia mengatakan untuk tahun ini, pemerinntah mengalokasikan sedikitnya Rp 12,3 miliar untuk penyediaan air bersih dan Rp 9 miliar untuk membenahi sanitasi di hinterland.

“Total ada Rp 21,3 miliar yang kami siapkan untuk masyarakat hinterland,” sebutnya.

Suhar menjelaskan dana tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018. Untuk pengadaan proyek air bersih akan mulai dilelang minggu ini, sedangkan sanitasi menyusul.

“Mulai lebih awal, tentu selesainya juga cepat, jadi minggu ini sudah ada di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE),” ujarnya.

Ia merinci DAK terserbut akan dialokasikan untuk membangun sistem penyediaan air minum (SPAM) di Tanjungundap Kelurahan Tembesi, Pulau Geranting Kelurahan Pulau Terong, dan Rempangcate, Galang.

Dia menambahkan, penyediaan air bersih di hinterland masih 24 persen, Pemko Batam menargetkan hingga lima tahun masa jabatan walikota dan wakil walikota 45 persen masyarakat pesisir bisa menikmati air bersih,” tambah Suhar.

“Ini upaya memberikan kemudahan masyarakat hinterland, dan semoga semua bisa berjalan sesuai target,” pungkasnya. (cr17)