Gedung Gonggong menjadi salah satu daya tarik wisatawan yang ingin berkunjung ke Tanjungpinang. Terlihat warga sekitar maupun maupun wisatawan bermain di gedung gonggong, belum lama ini. F. Yusnadi/Batam Pos.

batampos.co.id – Setelah lebih dari empat tahun memimpin sebagai Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah meminta pemerintah selanjutnya fokus pada pembangunan kepariwisataan. Kota itu harus dikemas secara benar akan semakin masyhur sebagai destinasi wisata di Kepulauan Riau (Kepri).

“Untuk mengembangkan sektor pariwisata itu, yang perlu dipersiapkan sedari sekarang adalah perbaikan sarana-prasarana penunjang. Sehingga orang-orang yang berkunjung ke Tanjungpinang semakin kerasan dan nyaman,” ujar Lis, ketika menyambut kedatangan wisman pertama 2018 di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Senin (1/1).

Dalam pengembangan menuju Tanjungpinang sebagai kota pariwisata, sambung Lis, perlu menitikberatkan pada pembangunan seni dan budaya. Tidak lupa pula, kata dia, wisata kuliner yang berorientasi pada pemberdayaan dan pembenahan di sektor kemaritiman.

Ia mencontohkan, wilayah pelantar Senggarang dan Kampung Bugis akan dibenahi agar menjadi wilayah bebas kumuh. “Wacana kita tiga tahun ke depan, nama Kota Tanjungpinang sebagai kota wisata seni, budaya dan kuliner berbasis kemaritiman harus melekat dan bisa kita tonjolkan. Jadi kekayaan yang kita milki harus disiapkan dulu, kita kemas, sehingga semua itu menjadi brand menarik,” ujar Lis.

Di samping itu, sambung Lis, pariwisata merupakan sektor yang mudah untuk membuka peluang pekerjaan dan usaha. Ini akan memberi ruang bagi generasi muda dalam memajukan daerahnya. “Kami akan memberi wawasan agar mereka merubah cara berpikir, menjadi sukses bukan menjadi ASN, melainkan mampu kreatif dan berinovasi dalam menciptakan sesuatu yang menjadi daya tarik,” ungkapnya.

Yang tidak kalah penting, Lis mengimbau awal tahun 2018 ini dijadikan sebagai momentum seluruh elemen masyarakat berbenah, sama-sama mewujudkan kenyaman dan keamanan agar semakin meningkat pula kepercayaan orang lain bagi suatu daerah. “Itu kerja yang tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Tapi perlu dukungan semua lapisan masyarakat. Membangun kepercayaan itu sulit dan butuh waktu yang panjang,” pungkas Lis. (aya)

Respon Anda?

komentar