batampos.co.id – Seorang Narapidana kasus asusila, M. Saputra,32, ditemukan tewas gantung diri di Blok Penyengat Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Tanjungpinang, Selasa (2/1) sekitar pukul 01.45 WIB. Korban nekat mengakhiri hidupnya karena tidak terima dengan vonis lima tahun penjara yang dijatuhi Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang.

Iklan

Hal tersebut diketahui setelah petugas piket rutan menemukan sepucuk surat yang ditulis korban. Surat tersebut berisi pengakuan tidak bersalah dan perlakuan tidak adil serta tidak menerima vonis majelis hakim yang dijatuhkan kepadanya.

“Pada saat ditemukan petugas piket, korban berada sendiri di ruang tahanan dan menggantung dirinya menggunakan handuk yang disambung dengan baju, kemudian diikatkan ke atas pintu ruang tahanan,” jelas Kepala Rutan Kelas I Tanjungpinang, Rony Widiyatmoko.

Sebelumnya, Kamis (7/12) lalu saat persidangan tertutup dengan agenda tuntutan jaksa, korban juga pernah nekat melakukan percobaan bunuh diri dengan mengiris tangannya menggunakan silet.Untung saja kejadian tersebut berhasil digagalkan petugas Pengadilan.

Akibat kejadian tersebut, Rony menegaskan pihaknya telah melakukan pembinaan dan pemantauan kepada korban untuk tidak mengulangi perbuatannya. Korban juga sudah membuat surat penyataan dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya.

“Kami telah menuruti permintaannya untuk ditempatkan di ruangan tersendiri. Sejak kejadian percobaan bunuh diri tersebut, korban menjalani aktivitas seperti biasa dan baik baik saja, namun tidak tahu kenapa ia malah bunuh diri,” ungkap Rony.

Saat ini jenazah korban yang berasal dari Tarutung, Sumatera Utara (Sumut) tersebut sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjungpinang untuk dilakukan visum. Serta menunggu konfirmasi dari pihak keluarga untuk dilakukan pemakaman.”Jika tidak ada konfirmasi 1×24 jam dari pihak keluarga, maka jenazah terpidana ini akan dikebumikan negara melalui pihak Rutan bersama dengan pihak-pihak terkait,” pungkasnya. (odi)