Gubernur Kepri Nurdin Basirun berbicara di Masjid Nur Ilahi Dompak, didampingi Imam besar Masjid Al Aqsa dari Palestina Syeh Ali Umar Yaqub Al-Abbas, Selasa (2/1) usai salat Zuhur.  F. Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun mengungkapkan rasa Keprihatinannya terhadap nasib rakyat Palestina yang saat ini sedang di jajah oleh zionis Israel. Menurut Nurdin, Muslim itu ibarat tubuh, sehingga ketika satu bagian ada yang sakit maka bagian lain akan merasakan sakit.

“Ketika Palestina sakit, maka kami di sini juga merasakan sakit juga. Maka dari itu mari kita berdoa agar Palestina segera merdeka dan terbebas dari penjajahan Israel,” Seru Nurdin dihadapan jamaah shalat zuhur di Masjid Nur Ilahi, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (2/1).

Nurdin juga mengatakan jika muslim ibarat bangunan yang satu sama lain tidak saling berlomba-lomba ingin tampil dan menonjol. Melainkan bersama-sama untuk saling menutupi satu sama lain seperti halnya semen, besi, bata, paku, kayu dan sebagainya. Dengan kebersamaan akhirnya jadilah sebuah bangunan yang kokoh dan megah sertabermanfaat.

“Mari kita bersama-sama, bahu-membahu meringankan beban saudara kita di palestina. Sekali lagi kita doakan agar palestina segera merdeka,” katanya.

Apa yang disampaikan Nurdin Basirun ini didengar langsung oleh Imam besar Masjid Al Aqsa dari Palestina Syeh Ali Umar Yaqub Al-Abbas. Pada kesempatan ini Syeh Ali Umar mengatakan jika masyarakat Palestina sedang dalam jajahan Israel dan bahkan untuk masuk ke masjid Al-Aqsa harus izin melalui otoritas Negara Israel.

Dalam ceramahnya Syeh Ali Umar menggunakan Bahasa Arab yang kemudian diterjemahkan oleh Ustadz Karim Khair dariJakarta. Sehingga apa yang disampaikan Syeh Ali Umar bisalangsung dipahami oleh khalayak.

Disamping memohon dukungan doa, Syeh Ali Umar sebagai salah satu pemimpin Umat muslim Palestina mengharapkan bantuan dari masyarakat Indonesia. Mengingat masyarakat Palestina saat ini benar-benar dalam penguasaan Israel. Masyarakatnya tidak memiliki lapangan pekerjaan dan sulit mendapatkan pasokan makanan. Hal tersebut merupakan strategi pemerintah Israel agar masyarakat Palestina mau tunduk terhadap pemerintahannya.

Dalam ceramahnya Syeh Ali Umar beberapa kali meninggikan ada suaranya untuk menyemangati para jamaah masjid Nur Ilahi Dompak. Diakhir tausiyah Nurdin Basirun bertanya kepada Syeh Ali Umar tentang kondisi Islam di Timur Tengah. Yang mana, menurut Nurdin, kenapa Islam di Timur Tengah tidak bersatu padu, tapi justru saling terlibat dalam eskalasi politik yang sangat rumit. Alhasil sesama islam disana saling serang dan terjadi perang sesama saudara.

Menanggapi pertanyaan Gubernur tersebut, Syeh Ali Umar tidak menyalahkan satu sama lainnya. Dia hanya berharap mereka yang bertikai segera mendapatkan hidayah dari Allah, dan khusus para muslim di Indonesia bisa tetap hidup aman, tentram dan nyaman serta jauh dari pertikaian.

“Islam di Timur Tengah yang perang itu mereka sedang tersesat.Kita doakan saja agar mereka segera mendapatkan hidayah. Dan khusus umat islam di Indonesia agar bisa tetap hidup aman, nyaman dan tentram serta kuat,” kata Syeh Ali Umar.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Syeh Ali Umar Yaqub Al-Abbas.(bni)

Advertisement
loading...