Ilustrasi

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menargetkan Maret 2018 tunda bayar tahun 2017 akan selesai dibayar.

Iklan

Kebanyakan utang Pemko Batam tahun lalu terkait pengerjaan proyek fisik.

Untuk merealisasikan rencana ini, Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyampaikan ada kegiatan yang ditunda terlebih dahulu, yakni kegiatan seremonial.

“Harap ini bisa didudukkan, sehingga Maret dapat diselesaikan,” kata Rudi, saat apel gabungan di Engkuputri, kemarin.

Terkait utang, ia menghimbau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat menyelesaikan tunda bayar tersebut sebaik mungkin. Ia tak ingin temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) seperti di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah terulang kembali di OPD lain.

“Tidak boleh terjadi seperti di RSUD. Kita ada utang tapi tidak masuk ke neraca,” ujarnya.

Menurutnya, terkait hal ini proyek fisik tidak diganggu, lelang proyek fisik tetap dijalankan. Tapi nanti untuk kontraknya akan dipilih mana yang didulukan dan mana yang ditunda.

“Baru kali ini ada tunda bayar, karena ada tunda salur Dana Bagi Hasil (DBH) dari pusat dan provinsi,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, besaran tunda bayar 2017 mencapai Rp 100 miliar.

“Ini kan pasti kami bayar nih. Makanya prioritas kami pembayarannya pada tahun depan (2018),” ucap Rudi, November 2017 lalu.

Sekretaris Daerah Jefridin, juga mengomentari tunda bayar tersebut. Ia menyampaikan, defisit dialami Batam memaksa pihaknya untuk melakukan hal tersebut. Sejatinya, Pemko Batam telah melakukan berbagai usaha menekan angka defisit. Di antaranya, memotong perjalanan dinas hingga meniadakan konsumsi rapat.

“Defisit kita 168 miliar, mau tidak mau kita tunda (pembayaran proyek). Khusus di Dinas Bina Marga saja sekitar Rp 60 miliar,” ungkapnya.

Tak hanya di DBM SDA, proyek fisik yang merupakan program OPD lain juga terdampak.

“Tapi yang lain tak sebanyak PU (DBM SDA, red) ,” tambahnya. (cr13)