Iklan
Penyidik sedang mengumpulkan keterangan dari saksi yang merupakan keluarga korban usai kejadian tenggelamnya warga Tanjungpinang di Pantai Trikora, Selasa (2/1). F. Satpolair Bintan untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Seorang warga kilometer 15 Tanjungpinang, Daniel Siahaan,22, tenggelam terseret ombak di Pantai Trikora, Selasa (2/1) sekitar pukul 15.00. Hingga kemarin, tim gabungan dari Basarnas dan Kepolisian masih mencari korban yang memiliki tato di punggung tersebut.

Iklan

Informasi yang dikumpulkan Batam Pos, siang itu korban bersama belasan anggota keluarganya berlibur ke pantai Trikora. Tiba di pantai, korban bersama beberapa anggota keluarga langsung berenang di pantai namun sejumlah saksi yang merupakan anggota keluarga korban ini telah memperingatkan korban agar tidak berenang ke tengah laut.

“Tiga orang saksi yang merupakan saudara korban telah mengingatkan tapi korban tidak menghiraukan dan tetap berenang melawan arus,” kata Kasatpolair Polres Bintan AKP Norman kepada Batam Pos yang dihubungi sore kemarin.

Selang 10 menit, korban melambaikan tangan. Saat itu, badan dan kepala korban sudah tenggelam. Melihat korban melambai tangan, keluarga korban langsung berenang dan berusaha menolong namun korban sudah menghilang setelah terseret ombak. “Korban menghilang setelah terseret ombak,” katanya.

Ia juga mengatakan, kejadian ini baru diketahui setelah keluarga korban melaporkan kejadian tenggelamnya korban ke masyarakat. Lalu, pihak masyarakat melaporkan ke pihak kepolisian. “kami mengimbau kepada masyarakat yang waktu itu berenang di pantai agar tidak berenang lagi dan kami juga menghubungi pihak sar,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Gunung Kijang AKP Dunot P Gurning membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan, keluarga korban melaporkan kejadian itu ke warga setempat dan laporan diteruskan ke pihak kepolisian. “kami masih berusaha melakukan pencarian,” katanya.

Terpisah, prakirawan BMKG Tanjungpinang, Ardito mengimbau masyarakat agar tidak berenang karena akan terjadi fenomena supermoon. Fenomena ini mengakibatkan ketinggian air laut khususnya di daerah pesisir timur dan utara pulau Bintan mencapai 2 meter.

“Untuk itu, sebaiknya masyarakat waspada jika air laut sedang pasang, dan ada gelombang tinggi,” imbuhnya. Fenomena ini diprediksi terjadi pada 4 januari dan akhir januari hingga awal februari 2018. (cr21)