Iklan

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan tetap membentuk Biro Pariwisata untuk mengakomodir pengembangan pariwisata di kota Batam. Tugas tersebut sudah terangkum dengan jelas dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU) Nomor 1 Tahun 2000 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas.

Iklan

“Perppu tersebut merupakan dasar hukum BP Batam dalam membuat Biro Pariwisata. Dari peraturan tersebut, BP Batam ingin menggeliatkan perekonomian dengan cara memberikan kegiatan pariwisata kepada masyarakat melalui event yang digelar BP Batam,” kata Deputi V BP Batam, Bambang Purwanto, Rabu (3/1).

BP Batam kata Bambang tidak akan mengambil alih tugas penyelenggaraan dari pihak lain karena masing-masing pihak sudah memiliki tugas yang diatur oleh undang-undang. Dalam Perppu tersebut, ditegaskan bahwa suatu daerah perdagangan dan pelabuhan bebas dapat mendorong kegiatan lalu lintas perdagangan internasional yang mendatangkan devisa bagi negara serta dapat memberi pengaruh dan manfaat besar bagi Indonesia untuk dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya, meningkatkan kepariwisataan dan penanaman modal baik asing maupun dalam negeri.

“BP Batam tidak akan mengambil alih porsi pariwisata siapa saja. Tapi kalau mau ayo bergandeng tangan untuk mengembangkan pariwisata,” katanya.

Lagipula biaya yang dibutuhkan untuk menggelar event tersebut berasal dari masyarakat dan kembali kepada masyarakat dengan cara meningkatkan kegiatan pariwisata. Lebih jauh lagi, berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat karena usaha-usaha kecil masyarakat ikut dilibatkan dalam setiap event pariwisata BP Batam.

Mantan Deputi IV BP Batam, Robert Purba Sianipar juga ikut mendukung pembentukan Biro Pariwisata di BP Batam.

“Tugas menangani pariwisata itu sudah ada sejak awal dan ada divisi yang tangani pariwisata. Namun saya tak tahu mengapa di zaman Pak Mustofa hilang,” katanya.

Ia menekankan saat ini pariwisata merupakan penyumbang devisa terbesar nomor tiga untuk Indonesia. Sehingga jika pariwisata dikembangkan di Batam, maka akan turut menyumbang kontribusi signifikan bagi perekonomian Batam.

Mimpi untuk mengembangkan pariwisata memang sudah dirancang sejak kepemimpinan sebelumnya. Karena menurut data, wisman yang berkunjung ke Pantai Timur Batam sangat berkurang.

“Makanya sudah dipikirkan bagaimana menciptakan event-event pariwisata berskala internasional untuk menarik wisman dan membantu UKM meningkatkan ekonominya,” ungkapnya.

Lalu sebagai tahap awal, pengembangan kawasan wisata pun dimulai seperti pengembangan kawasan agribisnis di Sei Temiang dan pengembangan kawasan wisata Tanjungpinggir yang akan dibuat ikonik dengan pembangunan patung Elang Laut.

“Sehingga orang Singapura bisa lihat dengan jelas konsep pengembangan wisata di Batam,” katanya.

Kawasan wisata Tanjungpinggir tersebut nanti tidak hanya akan digunakan sebagai pentas seni budaya Melayu dan nasional, tapi juga akan memiliki teater pertunjukan untuk konser internasional.

“Sehingga nantinya wisman mancanegara akan datang untuk menonton konser,” pungkasnya.(leo)