SALAH satu tampilan video mapping di Gedung Gonggong pada malam pergantian tahun, Sabtu (31/12) lalu. F. AL untuk Batam Pos

batampos.co.idMalam pergantian tahun di Tanjungpinang mencetak sejarah. Untuk pertama kalinya teknologi audio-visual video mapping dinyalakan di gedung gonggong. Pemerintah berharap teknologi pertama di Kepri ini bisa memincut wisatawan luar maupun dalam negeri.

Sebelum matahari tenggelam, Sabtu (31/12) akhir pekan lalu, kehebohan sudah ada di seputaran area Tepi Laut. Dari hari sebelumnya, sudah digelar panggung musik. Tapi bukan itu yang sebenarnya ditunggu. Bukan pula Gedung Gonggong yang memang sudah setahun lalu diresmikan. Yang sedang ditunggu-tunggu masyarakat Tanjungpinang adalah teknologi yang dijanjikan akan membuat Gedung Gonggong jadi lebih berwarna.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah sudah menjanjikan hal tersebut sejak pertengahan tahun lalu. Kata dia, perlu kerja inovatif dalam membangun geliat pariwisata Tanjungpinang. “Itulah mengapa kami kemudian terpikir mengadakan video mapping untuk di Gedung Gonggong itu,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Apa yang didambakan Lis itu baru terwujud pada malam pergantian tahun lalu. Ketika sebelumnya pada masa uji coba sudah menampilkan kehebohan, apalagi ketika acara hitung mundur yang biasa ada di malam tahun baru itu lantas diproyeksikan ke Gedung Gonggong.

Semua mata tertuju ke sana. Melihat angka berhitung mundur dari 10 sampai ke satu. Sampai kemudian muncul tulisan besar-besar ucapan selamat tahun baru yang ditembakkan dari panel kontrol ke gedung. Belum benar-benar hilang tempik-sorak warga, muncul video Lis sedang mengucapkan selama tahun baru kepada warganya.

Teknologi video mapping memang bukan sesuatu yang baru. Beberapa kota besar di Indonesia, sebut saja Bandung atau Jakarta, sudah lama mengaplikasikan teknologi ini ke gedung-gedung ikon kotanya. Di kota-kota itu, video mapping menjadi sebuah tontonan tersendiri ketika digelar sebuah acara. Ketika lampu dipadamkan dan tinggal lampu-lampu dari proyektor ditembak ke permukaan bangunan, bisa menjelma apa saja sesuai dengan pengaturannya.

Lis berharap keputusannya memboyong video mapping ke Gedung Gonggong semakin bikin kepincut wisatawan dalam dan luar negeri berdatangan ke Tanjungpinang. “Bagaimana pun Gedung Gonggong ini pusat informasi wisata, sudah semestinya ditata dengan sangat menarik agar orang tertarik datang ke sini,” ujarnya.

Belum lagi, video mapping yang terpasang di Gedung Gonggong adalah aset Pemko Tanjungpinang. Berbeda dengan dulu sebelumnya yang pernah ada ketika MTQ digelar di Bintan yang masih menyewa pada pihak ketiga. Hal ini menjadi keuntungan sehingga pemerintah daerah bisa memakai kapan pun mereka mau.

Masyarakat cukup antusias menanti masa video mapping yang dianggap sebagai kado perpisahan Lis Darmansyah sebelum mengakhiri jabatannya sebagai wali kota itu bisa diputar lagi. Dengar punya kabar, memang tidak akan setiap malam video mapping dimainkan di sana.

“Malam minggu atau malam liburan atau juga ketika ada kegiatan di Gedung Gonggong, pasti akan dimainkan, sehingga masyarakat bisa menontonnya secara langsung ketika bersantai di area Laman Boenda,” kata Lis.

Pilihan membeli seperangkat teknologi video mapping boleh dikata jurus terjitu Pemko Tanjungpinang mengundang wisatawan lebih banyak ke Tanjungpinang. Apalagi video mapping di Gedung Gonggong itu merupakan satu-satunya yang ada di Kepulauan Riau.

“Itulah yang saya sebut dengan kerja kreatif dan inovatif. Pantai kita memang tidak indah, tapi dengan memanfaatkan apa yang ada, kita bisa tetap memajukan pariwisata Tanjungpinang,” pungkas Lis. (aya)

Respon Anda?

komentar