Penumpang antre ketika memasuki ruang tunggu domestik, Rabu (3/1). F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Cabang Tanjungbalai Karimun, tahun ini segera melakukan perbaikan terhadap automatic gate (gerbang otomatis) yang menggunakan barcode di pas pelabuhan di pintu keberangkatan pelabuhan Domestik Tanjungbalai Karimun. Dimana, sejak tahun 2015, tetapi rusak.

“Setelah kita melakukan konsultasi dari divisi teknik, maka diputuskan untuk diusulkan ke Direksi Pusat yang ada di Medan pengadaan Automatic Gate yang baru. Karena, kalau dilakukan perbaikan biayanya hampir sama dengan beli baru. Termasuk yang ada di pelabuhan International Tanjungbalai Karimun,” kata GM PT Pelindo I Cabang Tanjungbalai Karimun Syahri Ramadhanan, kemarin (3/1).

Sejak rusak pada tahun 2017 silam, dua unit Automatic Gate di pintu masuk pelabuhan Domestik Tanjungbalai Karimun, pihaknya terpaksa memberlakukan sistem manual dengan menyobek pas pelabuhan ketika calon penumpang akan masuk di ruang tunggu. Walaupun demikian, dalam penjualan pas pelabuhan tetap dapat ditekan angka kebocorannya. Karena, setiap calon penumpang apabila sudah membeli tiket tidak membeli pas pelabuhan tetap disuruh membeli dahulu oleh petugas jaga.

“Nah, setiap bulannya kita bersama BUP Karimun melakukan coklit atau mencocokan data realisasi pendapatan konsesi dalam penjualan pas pelabuhan. Dan akan diganti dengan alat yang lebih baik, tinggal menunggu dari Pusat diprediksi sebelum memasuki bulan puasa nanti,” jelasnya.

Sementara itu ditanya apakah akan dinaikan tarif pas pelabuhan domestik pada tahun ini, dirinya memastikan tidak akan menaikkan tarif pas yang tetap seperti sebelumnya yaitu Rp5000 per satu kali keberangkatan. Begitu juga pas pelabuhan International Tanjungbalai Karimun untuk Warna Negara Indonesia (WNI) Rp30 ribu sekali keberangkatan dan Warna Negara Asing (WNA) Rp60 ribu.

“Yang jelas tidak ada kenaikan pas pelabuhan. Kemungkinan besar, tunggu pelabuhan penumpang yang baru akan terjadi kenaikan tarif pas pelabuhan. Semuanya, tergantung perkembangan kedepannya,” tuturnya.

Sedangkan, untuk omset pas pelabuhan setiap tahunnya terjadi kenaikan 5 persen, termasuk pas International. Dimana, omset pas pelabuhan tersebut akan terjadi peningkatan di hari Jumat, Sabtu dan Minggu, selain itu hari-hari besar lainnya.
“Yang pasti kita fleksibel dalam memberikan pelayanan publik maupun kontribusi kepada daerah,” singkatnya.

Pantauan di lapangan, para calon penumpang antri ketika memasuki ruang tunggu domestik dengan menunjukkan pas pelabuhan yang digabung dengan tiket kapal kepada petugas dari BUP Karimun untuk di sobek pas pelabuhannya.

“Segeralah dipasang. Masak masih manual, pas pelabuhannya. Tarifnya sudah naik Rp5000 dari Rp2500 per sekali berangkat, fasilitas harus segera diperbaikilah,” kata Wandi salah seorang calon penumpang tujuan Batam. (tri)

Advertisement
loading...