batampos.co.id РTarget Pemerintah melaksanakan ujian nasional berbasis komputer di tingkat Madrasah tahun 2018 ini sepertinya tidak terealisasi. Terutama di Natuna, belum satupun Madrasah Aliah maupun Madrasyah Tsyanawiyah memiliki Labor komputer.

Iklan

Menurut data Kantor Kementerian Agama Natuna, pada ujian nasional tahun 2018, hanya satu madrasah yang sudah bisa melaksanakan UNBK. Permintaan Dirjen Pendidikan Islam tidak tercapai.

Kepala kantor kementerian agama kabupaten Natuna Sudarmadi mengatakan, pelaksanaan UNBK tahun 2018 di Natuna belum bisa dilaksanakan keseluruhan. Saat ini hanya Madrasah Aliah Negeri (MAN) 1 Ranai memiliki fasilitas.

Untuk tahun UNBK katanya, MAN 2 Sedanau juga ujian di MAN 1 Ranai. Dan satu MTs 2 Ranai, itupun kerjasama dengan SMA Negeri 1 Ranai. Karena belum memiliki fasilitas dan sarana prasarana.

“Sejauh ini baru MAN 1 Ranai bisa UNBK. MTsN 2, belum dilengkapi sarana pendukung untuk UNBK. Tapi tahun ini numpang di SMAN 1 Ranai,” kata Sudarmadi usai peringati hari bakti amal Kemenag, Rabu (3/1).

Dikatakan Sudarmadi, masih banyak Madrasah belum bisa melaksanakan UNBK. Diantaranya Madrasah Aliah di Tanjung Kumbik dan Binjai. MTSN Midai, Mts Pulau Tiga, Mts Tanjung Balai, Mts Sebuton, Mts Pulau Laut, MTs Serasan, Mts Batubi, Mts Singgang Bulan, Mts Binjai, Mts Bunguran Tengah, MTs Bunguran Timur Laut dan MTs Serasan.

“Di Natuna juga masih banyak Madrasah status swasta atau yayasan. Dan sejauh ini belum ada gambaran bantuan Kementerian mengisi kelengkapan sarana prasarana,” sebut Sudarmadi.

Dijelaskan Sudarmadi, madrasah di Natuna secara umum belum dilengkapi Labor komputer. Ada yang sudah memiliki komputer bantuan dari Bank. Tetap belum punya labornya. Ditambah belum terpasang jaringan internet. Terutama madrasah di Pulau Pulau.

“Kami sadari banyak kekurangan-kekurangan sarpras untuk UNBK. Tentu target pemerintah belum bisa dipenuhi, UNBK ditingkat madrasah secara menyeluruh,” ujar Sudarmadi.¬†(arn)