ilustrasi

batampos.co.id – Efita, 26, warga Batuaji kecewa dengan kekosongan stok obat yang terjadi di Puskesmas Batuaji. Perempuan yang hendak mengambil obat penurun panas, tidak bisa karena stok obat habis.

“Pas mau ambil, petugasnya bilang obat habis, dan diminta membeli obat di apotik terdekat,” kata dia.

Petugas beralasan saat ini obat yang dibutuhkan tengah kosong. Sehingga meminta dia membeli sendiri.

Kepala Puskesmas Batuaji, Fitriati membantah kekosongan obat-obatan di Puskesmas Batuaji. Bahkan ia menjamin ketersediaan obat mencukupi hingga tiga bulan ke depan. Ia juga menjamin masyarakat tidak akan lagi membeli obat diluar ketika sedang berobat di Puskemas Batuaji.

“Obat di sini cukup. Mengenai adanya laporan kami kehabisan obat, itu bohong,” ujar Fitriati, saat dikonfirmasi Batam Pos, Rabu (3/1).

Dia mengatakan, stok obat yang ada di puskesmasnya telah berdasarkan daftar obat yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan. Seperti obat generik maupun paten.

“Pas saya dengar obat di sini kosong, saya langsung cek ke gudang, dan tanya dokter yang bertugas di sini, obatnya cukup sampai tiga bulan ke depan,” katanya.

Ia menambahkan, setiap bulan pihaknya selalu mengontrol ketersediaan obat – obatan di puskesmasnya melalui bagian farmasi. (cr19)

Respon Anda?

komentar