Simbol LGBT

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melarang keras perbuatan asusila lesbian, gay, biseksual, transgender (LGBT).

Iklan

Hal ini ditegaskan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi pada saat acara Perayaan Kementrian Agama (Kemenag) ke-72 di lapangan dataran engku puteri, Rabu (3/1).

LGBT, kata Rudi, selain dilarang oleh agama, LGBT merupakan perilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku di masyarakat. Perilaku ini juga tidak sesuai dengan nilai dan norma yang ada di Indonesia dimana sebagian besar norma dari agama, suku dan budaya.

Dalam mengantisipasi perilaku menyimpang ini, Wali Kota Batam turut serta mengajak seluruh masyarakat Batam untuk bersama-sama membantu pemerintah menindaklanjuti LGBT tersebut.

“Ini merupakan persoalan baru. Masyarakat semakin lama semakin banyak. Jangan sampai persoalan yang timbul juga semakin bertambah. Makanya harus sama-sama kita tindaklanjuti,” ujarnya.

Selain itu, Rudi menghimbau agar seluruh masyarakat dituntut untuk tidak membeda-bedakan SARA. Apalagi Kota Batam memiliki masyarakat heterogen yang sangat rawan dengan isu SARA tersebut.

“Itu kesepakatan kita bersama forum orasi pimpinan daerah, forum pimpinan umat beragama bahwa kita ingin deklarasi bersama. Kita adalah satu sesuai dengan yang bacakan tadi. Maka tidak boleh ada perilaku menyimpang terorisme, radikalisme, narkoba, dan semuanya,” ujarnya tegas.

Ia berharap dengan momen HUT Kemenag ini bisa menangkal apa saja yang membahayakan kota Batam.

“Mari kita bersatu dan sama-sama menjaga Batam, sehingga tetap aman dan kondusif,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Batam, Nuryanto mengaku sampai saat ini belum ada usulan mengenai rancangan peraturan daerah (Ranperda) LGBT. Hanya saja ia menilai masyarakat bisa mengusulkan perda tersebut, yang kemudian masuk di dalam ranperda insiatif di tahun 2019 mendatang.

“Masyarakat bisa juga mengusulkan, silakan lakukan kajian, dan sama-sama kita usulkan Ranperda inisiatifnya,” sebut Nuryanto. (rng)