ilustrasi, .F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pembangunan infrastruktur masih menjadi prioritas kegiatan Pemerintah Kota Batam. Awal tahun ini, pemko Batam mulai melelang pelebaran jalan yang ada di kawasan Bengkong dan sekitarnya.

“Sudah mulai kami lelang, besok ada rapat muspida saya akan laporkan pada rapat tersebut. Targetnya dalam tahun ini pelebaran jalan sudah harus selesai,” kata Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Rabu (3/1).

Rudi mengatakan tujuan dia dan wakilnya, Amsakar Achmad melakukan pengembangan infrastruktur di Batam, termasuk di kawasan Bengkong-Seipanas. Hal itu sebagaimana janji politik mereka saat Pilwako 2 tahun lalu.

Mereka ingin menjadikan Batam sebagai kota yang indah dan bebas dari macet dan banjir. Hal itu secara langsung maupun tidak langsung, akan berimbas pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Batam.

“Pembangunan infrastruktur inilah yang akan kita bangun untuk pariwisata,” sambung Rudi.

Hal ini, lanjut dia, bukan tanpa asalan. Pasalnya industri yang menjadi andalan Batam mengalami penurunan sejak dua tahun terakhir. Dan pariwisata inilah cara kami meningkatkan lagi ekonomi di Batam,” ujarnya.

Ia menambahkan juga siapa saja dan lembaga apa saja boleh berpartisipasi meningkatkan pariwisata tersebut, sehingga memicu percepatan ekonomi sehingga disitulah perputaran uang terjadi.

“Siapa saja boleh membantu pemerintah meningkatkan pariwisata. Tapi pariwisata nasional atau macanegara. Kalau lokal-lokal saja sudah di tangan pemerintah. Ingat juga kewajiaban yang sesungguhnya apa,” jelasnya.

Terpisah Ketua Komisi III DPRD kota Batam, Nyanyang Haris Pratamura menyebutkan, anggaran yang dikucurkan untuk infrastuktur kota Batam tahun 2018 menyentuh angka Rp 290 miliar. Anggaran ini terdiri dari pembangunan dan peningkatan jalan jembatan sebesar Rp 207,4 miliar, peningkaan kebinamargaan Rp 39,1 miliar, pengendalian banjir Rp 32,6 miliar serta infrastruktur hinterland yakni Rp 10,5 miliar.

“Anggaran infrastruktur ini menjadi kegiatan di Dinas Bina Marga Sumber Daya Air Batam,” kata Nyanyang.

Adapun pembangunan dan peningkatan jalan dibagi untuk beberapa wilayah. Wilayah satu meliputi Bengkong dan Batuampar dialokasikan Rp 8,9 miliar, semisal peningkatan jalan Simpang kuda ke simpang Bengkong seken Rp 7,2 miliar. Wilayah dua meliputi Batamkota Rp 15,3 miliar dan wilayah tiga Lubukbaja sebesar Rp 108 miliar.

Sementara itu untuk program peningatan kebinamargaan terdiri dari pembangunan lampu penerangan jalan umum sebesar Rp 4,8 miliar, pembangunan lampu highmast Rp 1,2 miliar dan pembangunan lampu hias sebesar Rp 1,9 miliar. Ada lagi biaya operasional alat berat Dinas Bina Marga Sumber Daya Air Rp 8,8 miliar dan pemeliharaan rutin alat berat Rp 1 miliar.

Untuk program pembangunan infrasturktur dan sarana prasarana hinterland sendiri terdiri dari peningkatan jalan sebesar Rp 3,5 miliar, pembangunan jembatan beton wilayah hinterland Rp 5,1 miliar, pembangunan lampu penerangan jalan umum Rp 1,12 miliar serta pemeliharaan lampu penerangan jalan umum di hinterlan sebesar 766 juta.

“Anggarannya bersumber dari APBD 2018, dana alokasi khusus dan dana luncuran 2018,” jelas Nyanyang. (rng)

Advertisement
loading...