Anggota Polisi kawasan Bandara menggunkana paddleboard saat melakukan patroli di Bandara Hang Nadim Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Polda Kepri akan meningkatkan pengamanan dan pengawasan di Bandara International Hang Nadim Batam. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir tindak pidana penyelundupan sabu melalui bandara.

“Selain sudah adanya Polisi bandara, ada satuan lainnya memantau (di Hang Nadim,red),” kata Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah, Rabu (3/1).

Tidak hanya membantu dalam pengawasan saja. Yan mengatakan telah melakukan komunikasi intens dengan berbagai instansi terkait di bandara. Sehingga saat ada penangkapan kurir sabu, pihak bandara segera menyerahkan ke Polisi atau BNN.

“Kami segera datang bila terjadi tindak pidana,” ungkapnya.

Ia mengatakan kebanyakan kurir yang membawa narkoba tersebut didatangkan dari luar Batam. Disebutkan Yan, ada yang datang dari Aceh, Jawa dan daerah lainnya. Kurir-kurir ini, kata Yan direkrut langsung di daerah asalnya.

Dari data pihak kepolisian, kurir yang membawa sabu kebanyakan memiliki latar belakang ekonomi menengah ke bawah.

“Dengan iming-iming imbalan yang besar, mereka mau membawa narkoba itu. Dan mereka juga pasti sudah tau resikonya,” ucapnya.

Setiap pengiriman narkoba. Bandar tidak hanya mengirimkan sebanyak satu atau dua kurir saja.

“Tapi bisa sampai 10 kurir,” ungkapnya.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi bila terjadi penangkapan. Dan dari 10 kurir itu, selalu ada satu yang dikorbankan. Yan mengatakan satu orang kurir terlihat mencolok, agar menarik perhatian petugas.

“Misalnya bila tiga ditangkap, 7 lagi lolos. Mereka masih tetap untung. Hal inilah yang perlu diwaspadai,” ungkapnya.

Ia mengatakan pihak kepolisian dan BNN tidak bisa bekerja sendiri. Penanganan kasus narkoba ini, kata Yan perlu bantuan dari seluruh lapisan masyarakat.

“Bila ada informasi tentang narkoba atau hal-hal yang menjurus ke sana. Bisa segera laporkan ke kantor polisi terdekat,” tuturnya. (ska)


loading...