batampos.co.id – Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto telah memberikan restu kepada Ketua DPD Partai Gerindra Kepri, Syahrul dan Rahma sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota.

Iklan

Meskipun demikian kandidat Wali Kota petahana, Lis Darmansyah tidak gusar meskipun harus berhadapan dengan sesama kader PDI Perjuangan, Rahma pada Pilkada Tanjungpinang tahun ini. “PDI Perjuangan tidak ada mengenal istilah politik dua kaki. Yang jelas hanya ada satu calon dari PDI, bukan dua,” ujar Lis menjawab pertanyaan media di Aula Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang, Rabu (1/1) disela-sela menghadiri penyerapan Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA) APBD 2018.

Sekretaris DPW PDI Perjuangan Kepri tersebut menjelaskan, sampai sejauh ini, Rahma yang merupakan Ketua PAC PDI Perjuangan Tanjungpinang Timur belum melepaskan label PDI Perjuangan. Menurut Lis, jika memang Rahma akan berkolaborasi dengan Syahrul, tentu harus menanggalkan segala atribut PDI.

“Jika memang mantap untuk maju di Pilwako, konsekuensinya adalah melepaskan PDI Perjuangan. Karena PDI hanya mengusulkan satu calon, tidak dua,” tegas Lis.

Dikatakan Lis, dirinya juga sudah mengetahui pergerakan Rahma sejak 1,5 bulan yang lalu. “Kita tahu semua, maka kita menunggu keputusan Rahma,” tutur Lis.

Lis menyayangkan sikap diam Rahma. Terlepas dari itu, ia juga terus mendapatkan laporan terkait kegiatan-kegiatan Anggota DPRD Kota Tanjungpinang tersebut. Ditegaskannya, baginya Rahma adalah masa lalu, dan tidak perlu dibicarakan lagi.

Apalagi partai juga tidak pernah menzaliminya. “Jika saya berada di posisi Rahma, saya gentle datang ke Partai untuk menyatakan sikap politik saya. Tetapi sampai detik ini, hal itu tidak dilakukannya,” tutup Lis Darmansyah.

Ketua DPC Partai Gerindra Tanjungpinang, Letkol (Purn) Endang Abdullah membenarkan jika Ketum Gerindra telah merestua pasangan Syahrul dan Rahma. “Sudah telepon ke saya (pelantikannya, red) tanggal 8 Desember nanti. Kita lihat saja nanti bagaimana,” ujar Endang melalui sambungan telepon, Rabu (3/1).

Sejauh ini, santer dikabarkan Gerindra akan melanjutkan keharmonisan koalisinya dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun, kata Endang, belum bisa dipastikan kelanjutannya. Mengingat PKS, kata dia, juga berkehendak mengajukan kader terbaiknya pada Pilkada Tanjungpinang 2018. “Makanya kami masih menunggu secara resmi seperti apa. Karena mereka juga ingin mengajukan sendiri. Tapi kami harap Koalisi Setara ini bisa berlanjut sampai Pemilu 2019 mendatang,” ungkap Endang.

Mengenai Partai Golkar yang secara mengejutkan telah mengalihkan dukungannya kepada pasangan Syahrul-Rahma, Endang juga belum bisa berkomentar lebih banyak. Mengingat persetujuan sejauh ini sifatnya masih di tingkat DPD Partai Golkar Tanjungpinang. “Masih belum ada keputusan dari pengurus pusatnya (Golkar, red). Makanya, kami masih menunggu juga,” kata Endang.

Endang berharap, dalam waktu kurang dari seminggu ini sudah ada kesepakatan antara Gerindra dengan partai politik lain. Mengingat pada 8-10 Januari mendatang adalah masa pendaftaran bakal calon pasangan kepala daerah yang sudah ditetapkan KPU Tanjungpinang. “Kami berharap secepatnya bisa ada kesepakatan dan melanjutkan pembicaraan untuk deklarasi yang direncanakan pada 8 Januari nanti,” pungkasnya. (aya/jpg)