batampos.co.id – Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo optimis pertumbuhan ekonomi Batam di tahun 2018 ini menunjukan progres yang menjanjikan. Adapun target realistis investasi di Batam sekitar Rp10 triliun.

Target tersebut diharapkan dapat membantu peningkatkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri pada umumnya. “Baru-baru ini, kita sudah menandatangi invetasi Rp 1 triliun. Maka dari itu, kita optimisi bisa mengejar target pertumbuhan ekonomi 4,5 persen,” ujar Lukita Dinarsyah Tuwo di Tanjungpinang, kemarin.

Lebih lanjut katanya, berkaca dari capaian tahun lalu, pihaknya melakukan beberapa evaluasi. Sehingga ada beberapa sektor pelayanan yang diperbaiki. Menurut Lukita, Batam masih menjadi primadona investasi. Bukan hanya untuk investasi berat, tetapi di bidang pariwisata masih sangat menjanjikan.

“Kami terus melakukan promosi-promosi. Apalagi sekarang masih awal tahun, tentu masih ada waktu untuk kita sama-sama berbuat yang terbaik,” jelas Lukita.

Ditambahkannya, untuk kemajuan Batam, tidak ada istilah ego sektoral bagi dirinya. Dijelaskannya, pihaknya juga tidak bisa bekerja sendiri. Tentu harus bersinergi dengan semua pihak untuk menjadi Batam lebih hebat lagi. Apalagi Pemerintah Pusat juga berharap pertumbuhan ekonomi Batam membaik tahun ini.

Ditambahkannya, pihaknya juga akan menata pelabuhan-pelabuhan di Batam, khususnya Pelabuhan Batu Ampar yang menjadi andalan untuk pelabuhan bongkar muat.

“Kita akan bekerja lebih keras di tahun ini. Yang jelas potensi untuk mendatangkan investasi masih terbuka,” paparnya.

Sementara itu, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun juga punya keyakinan, pertumbuhan ekonomi Kepri akan membaik tahun ini. Menurut Gubernur, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi bukan hanya melalui invetasi, APBD juga turut berperan.

“Jika kita gabungkan APBD Provinsi dengan Kabupaten/Kota tentu nilainya luar biasa. Sudah pasti, APBD juga punya peran untuk membantu peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Gubernur Nurdin.(jpg)

Respon Anda?

komentar