Angkutan umumyang sudah tidak laik beroperasi tetap saja dioperasikan.
Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi berpendapat angkutan kota yang melebihi usia operasional memang sudah tidak laik jalan. Namun demikian, ia mengaku tak bisa mengambil tindakan yang buru-buru untuk mengandangkan angkutan-angkutan tersebut.

“Saya pribadi umur kendaraan yang 10-15 tahun sudah tak laik jalan, tapi kalau saya hentikan mendadak tak ada pengganti kan masalah juga. ,” kata Rudi, kemarin.

Maka dari itu, ia menilai Pemko Batam harus punya solusi terlebih dahulu terkait ini. Apalgi kini Trans Batam yang beroperasi di Batam kini belum cukup menjawab kebutuhan transportasi masyarakat, sementara angkot tak laik jika dikandangkan sekaligus cukup banyak.

“Bimbar saja lebih kurang jumlahnya sekitar 60 sampai 70-an kan,” ucapnya.

Menurutnya, salah satu langkah yang kini tengah diusahakan oleh Pemko Batam yakni meminta tambahan bus angkutan dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat.

“Kami sudah minta, terkait ini pelan-pelanlah (penanganan transportasi). Kami minta 20 harapannya kasih 30, minta 30 mudah-mudahan dikasih 50,” imbuh Rudi.

Ia mengatakan, hal yang juga perlu diperhatikan adalah sopir-sopir angkutan umum jika kelak angkotnya dikandangkan. Terkait ini, ia menilai sopir-sopir tersebut bisa saja akan dipekerjakan untuk mengoperasikan bus-bus angkutan yang dikelola pemerintah.

“Supaya mereka juga tetap cari makan, tidak berhenti begitu saja,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Batam Yusfa Hendri menyampaikan, sejak 2017 pihaknya telah mengajukan 40 bus angkutan umum ke Kemenhub RI Namun pada tahun tersebut Kemenhub RI tidak mengadakan bus angkutan umum.

Menurutnya jika permintaan Pemko Batam tersebut terpenuhi, bus baru digunakan untuk menganggti beberapa bus yang lama juga untuk memenuhi kebutuhan dua koridor baru yakni Nongsa-Punggur serta Tembesi-Galang.

“Tahun ini baru ada pengadaan, kalau demikian mereka juga akan berikan untuk Batam. Berapanya, sekarang belum diketahui,” ucap Yusfa.

Ia menyampaikan, terkait pengemudi maupun kenek Trans Batam pihaknya kelak akan menerapkan seleksi yang baik, seperti tidak terlibat narkoba hingga cakap dalam berkendara.

“Tidak bisa langsung mempekerjakan orang,” pungkasnya. (cr13)

Respon Anda?

komentar