POLISI meminta keterangan Deva Brilian setelah ditemukan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Tanjunguban, Rabu (3/1). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos.co.id – Karena keinginannya tidak terpenuhi, Deva Brilian Henri, 13 tahun nekat meninggalkan rumahnya di Jalan Taman Sari RT 07 RW 02 Tanjunguban, Bintan Utara, Selasa (26/12) sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah dilaporkan hilang kepada pihak kepolisian, Deva akhirnya ditemukan di depan warnet Europe depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Tanjunguban, Rabu (3/1).

Iklan

Di kantor polisi, Deva mengaku meninggalkan rumahnya sekitar pukul 16.00 WIB dengan membawa sepeda motor Honda Beat Stread BP 3932 MH dan handphone. Bersama teman masa kecilnya, Selamet, ia menyeberang ke Batam. Tujuannya menyambangi rumah Selamet di Kampung Teluk Mata Ikan Nongsa Kota Batam. “Saya hanya main ke rumah Selamet,” katanya.

Tanggal 3 januari 2018, ia mengaku sekitar pukul 18.00 WIB dia menyeberang ke Tanjunguban. Namun, dia tidak langsung pulang ke rumah melainkan berkumpul bersama teman temannya sesama anak punk di TMP Tanjunguban.

Kapolsek Bintan Utara Kompol Jaswir mengatakan, anak tersebut sudah sering meninggalkan rumah karena ada sesuatu permintaan anak yang tidak bisa dikabulkan orangtuanya. “Kalau ada keinginannya yang tidak dipenuhi biasanya anaknya kabur dari rumah. Itu kata bapaknya, tapi saya kurang jelas apa keinginanya saat itu, namanya anak anak mungkin minta handphone atau lainnya,” menurut jaswir.

Bahkan Deva sering bergabung dengan anak punk dan melakukan kebiasaan yang kurang baik hingga putus sekolah. Ia berharap orangtuanya terus mengawasi anaknya sehingga tak salah pergaulan. (cr21)