ilustrasi

batampos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmardjadi membantah kekosongan obat yang terjadi di Puskesmas Batuaji, Rabu (3/1).

“Obat ada, tak ada kosong,” kata dia usai menghadiri Serah terijma jabatan (Sertjab) Direktur RSUD Embung Fatimah.

Ia menyebutkan untuk stok obat ada di gudang farmasi Dinkes Batam. Menurutnya ketersedian obat telah disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing puskesmas.

“Setiap membeli obat selalu melebihi kebutuhan, karena untuk persediaan juga. Minimal 20 persen kita buat stok,” terangya.

Didi menambahkan puskesmas melakukan permintaan obat sebelum persediaan obat habis, dan mengirim permintaan langsung ke puskesmas.

“Kami yang drop ke masing-masing puskesmas,” sebutnya.

Informasi yang diterima dari Kepala Puskesmas tidak ada obat yang kosong, seperti yang diberitakan.

Didi menyebutkan setiap tahunnya dana yang dialkasikan untuk pembelian obat cukup besar, jadi tidak alasan obat kosong.

“Tahun ini Rp 11 miliar untuk beli obat saja karena puskesmas kita juga bertambah, sedangkan tahun lalu juga Rp 9,7 miliar,” imbuhnya.

Sebelumnya, warga Batuaji mengeluhkan ketersediaan obat penurun panas di Puskesmas Batuaji. Menurut informasi, warga bahkan diminta membeli obat ke apotik karena stok obat habis. (cr17)

Respon Anda?

komentar