ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tanjungpinang menggelar sosialisasi pengenalan tanjak kepada siswa-siswi SD dan SMP yang ada di Tanjungpinang. Kegiatan semacam ini semakin rutin digelar agar tumbuh cinta dan bangga genarasi muda mengenakan ikat kepala tradisional tersebut.

Sekretaris Disparbud Tanjungpinang, Raja Kholidin menerangkan, sosialisasi ini bagian dari implementasi peraturan wali kota tentang penggunaan tanjak yang sudah diteken pertengahan tahun kemarin. “Jadi bukan hendak maksud mewajibkan, lebih kepada mengenalkan lebih dekat lagi kepada anak-anak muda,” ujar Kholidin, kemarin.

Materi yang disosialisasikan itu terdiri dari pengenalan jenis-jenis tanjak. Sebagaimana yang diatur dalam peraturan resmi, wali kota diperkenankan mengenakan tanjak khusus. Pun bagi pejabat-pejabat sesuai dengan eselon pangkatnya. Sementara kepada siswa-siswi itu, yang ditekankan adalah tanjak kreasi yang dipopulerkan seniman Efiyar M. Amin. “Kami juga berharap anak-anak ini kelak bisa mendesain tanjak kreasi sesuai dengan kreativitasnya sendiri-sendiri,” ujar Kholidin.

Sebab itu pula, sambung Kholidin, diminta kepada guru-guru seni krida turut mengajarkan materi pembuatan tanjak jika ada waktu luang di sekolah. Sehingga bukan lagi bicara perihal pungutan keharusan pembelian tanjak, melainkan kreativitas anak-anak dalam merancang tanjak yang dikenakan.

“Itulah tujuan akhirnya. Anak-anak bangga memakai tanjak dan tanjak yang dikenakan tanjak buatan sendiri,” pungkas Kholidin. (aya)

Advertisement
loading...