batampos.co.id – Kapal nelayan asal Lingga dan Tanjungpinang yang menggunakan pukat mini di perairan Kabupaten Bintan marak. Akibatnya, hasil tangkapan nelayan penangkap udang di pesisir Mantang dan Dendun merosot.

“Kami sudah banyak menerima keluhan dari nelayan penangkap udang di pesisir Mantang dan Dendun, akibat tangkapan mereka merosot sejak maraknya kapal kapal pukat mini milik nelayan Lingga dan Tanjungpinang,” ujar Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bintan, Baini yang dihubungi, Kamis (4/1).

Permasalahan keberadaan kapal pukat mini di pesisir Mantang dan Dendun, diakuinya belum dilaporkan ke pemerintah, namun dalam waktu dekat pihaknya akan menyampaikan masalah pukat mini ke pemerintah porovinsi agar dicarikan solusi terbaik.

Selain itu, Baini juga sudah menyarankan kepada nelayan penangkap udang agar menangkap kapal kapal Lingga dan Tanjungpinang yang menggunakan pukat mini karena cuaca saat ini sedang kurang baik, sementara tangkapan nelayan berkurang akibat kapal pukat mini. Ini membuat  kondisi ekonomi nelayan makin terpuruk.

Terpisah Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bintan Fachrimsyah yang dihubungi siang kemarin mengaku belum menerima keluhan dari nelayan di Mantang dan Dendun jika ada kapal nelayan luar yang menggunakan pukat mini. Namun ia berjanji akan memeriksa dan turun langsung ke lapangan. (cr21)

Respon Anda?

komentar