Sepasang wisman sedang bermain jetski di Pantai Trikora, Bintan. F: Faradilla/Batampos

batampos.co.id – Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepri, Buralimar mengatakan kunjungan wisatawan mancanegera (Wisman) di Provinsi Kepri per November 2017 lalu sudah mendekati target. Yakni 1,8 juta. Menurutnya jika di Desember terdapat tambahan 300 ribu Wisman, maka akan mendekati target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kepri.

“Hasil akhirnya akan diketahui dalam waktu dekat. Karena kita masih menunggu perhitungan dari Badan Pusat Statistik (BPS). Kita berharap bisa memenuhi target RPJMD Kepri,” ujar Buralimar, Kamis (4/1) di Tanjungpinang.

Dijelaskannya, target Wisman 2017 sesuai dengan RPJMD Kepri pada angka 2,2 juta. Sedangkan target nasional pada angka 2,6 juta. Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kepri tersebut mengklaim, kegiatan-kegiatan wisata di Kepri turut memberikan pengaruh datangnya Wisman ke Kepri.

“Dari evaluasi yang sudah kita lakukan, kegiatan wisata yang dibuat, baik itu Pemprov Kepri maupun Kabupaten/Kota turut berkontribusi bagi datangnya Wisman ke Kepri,” papar Buralimar.

Buralimar yakin, masuknya sejumlah kegiatan dalam kalender event pariwisata nasional menjadi media sosialisasi bagi wisman untuk datang ke Kepri. Untuk itu, pihaknya bersama Kabupaten/Kota terus berbenah untuk memberikan yang terbaik di 2018 ini.
“Apapun hasil akhir 2017 nanti, kita tetap akan berbenah. Karena ke depan kerja kita akan lebih berat dari lagi,” tutup Buralimar.

Terpisah, Anggota Komisi II DPRD Kepri, Iskandarsyah meminta Gubernur Kepri, Nurdin Basirun dapat duduk bersama dengan Bupati dan Walikota di Provinsi Kepri untuk mensinergikan rencana pembangunan pariwisata Kepri. Apalagi sekarang ini, Kepri sudah disematkan sebagai Gerbang Wisata Bahar Indonesia oleh Kementerian Pariwisata.

“Pemprov Kepri sudah menyusun Rencana Induk Pariwisata Daerah (Ripda). Ini yang harus disinergikan dengan Bupati dan Walikota,” ujar Iskandarsyah.

Menurut politisi Partai Keadilah Sejahtera (PKS) tersebut, pembangunan sektor pariwisata tidak hanya menjadi tanggungjawab dari Dinas Pariwista (Dispar) saja. Akan tetapi, juga menjadi tanggungjawab beberapa Dinas terkait. seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Perhubungan (Dishub).

“Selain menata dan menyiapkan destinasi wisata baru. Infrastruktur pendukung juga menjadi faktor penentu kesuksesan pembangunan dunia pariwisata,” papar Iskandarsyah.
Menurutnya, terminal di Kepri bukan di darat, melainkan pelabuhan. Atas dasar itu, pelabuhan-pelabuhan di Kepri harus representatif dan nyaman. Sehingga bisa memberikan pelayanan yang prima bagi wisatawan yang ada.

“Untuk akses, di setiap Kabupateb/Kota akan terkoneksi dengan bandara. Tentu ini menjadi spirit untuk kemajuan pariwisata Kepri,” jelas Iskandarsyah.
Ditambahkannya, Kementerian Pariwisata menambah target kunjungan wisman ke Kepri. Tentu perlu dirancang dengan event-event wisata penunjang. Dirinya menilai event Festival Bahari Kepri (FBK) yang ke dua, terkesan kurang persiapan. Bahkan kurang semarak jika dibandingkan dengan yang pertama. “event-event seperti ini yang harus dikemas lebih baik. Sehingga Kepri bisa menjadi magnet untuk pariwisata yang berbasis maritim,” tutup Iskandarsyah.(jpg)

Advertisement
loading...