batampos.co.id – Sepanjang 100 meter di Jalan Hang Kesturi, Kabil, Nongsa rusak parah. Saat ini kondisinya lebih parah dibandingkan saat Walikota Batam M Rudi melakukan sidak ke daerah itu.

Iklan

Ada sekitar delapan lubang besar. Lalu ditambah bebeberapa lubang kecil. “Ini sudah lama pak, tapi pemerintah tidak pernah turun lagi sejak pak walikota datang ke sini,” kata seorang warga dekat sana, Mukhlisin,43, Kamis (4/1).

Delapan lubang besar itu memiliki diameter bervariasi, mulai dari 1 hingga 5 meter. Serta kendalamannya juga dari 2 cm hingga 30 cm. Lubang ini tidak hanya ada disisi kiri jalan, tapi juga kanan jalan. Kendaraan yang melewati jalan itu dengan sangat berhati-hati. Mobil-mobil dengan tonase yang besar, terpaksa pelan-pelan melewati setiap lubang yang ada. Barang yang dibawa mobil ini mulai dari pipa-pipa ukuran raksasa serta alat-alat industri lainnya. Bila tidak pelan-pelan, bisa-bisa mobil yang membawa barang-barang industri ini terbalik.

Akibat jalan ini, arus lalulintas terhambat. Karena setiap kendaraan harus pelan-pelan melewatinya. Padahal jalan ini merupakan akses utama, keluar masuknya barang di beberapa kawasan industri sekitaran Kabil.

Pengendara motor yang sedang melewati jalan ini, Rahman, 26 mengatakan kepada Batam Pos bahwa siang hari masih tidak terlalu rawan. “Kalau malam hari menjadi berbahaya,” tuturnya.

Penerangan jalan yang kadang hidup, kadang mati. Akan membuat pengendara kesulitan melewati jalan ini. Apalagi saat hujan. Air rawa yang berada bagian kiri, akan menggenangi permukaan jalan. Sehingga lubang-lubang itu tidak kelihatan.

“Bagi yang sering lewat sini, tentu bisa meraba-raba di mana lubangnya. Tapi bagi yang baru pertama kali, celaka jadinya,” ucapnya.

Ia berharap pemerintah agar dapat melihat hal ini dan memperbaikinya segera. (ska)