Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengungkapkan keinginan agar proses perombakan Pasar Induk Jodoh disegerakan. Untuk itu, ia meminta Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengeluarkan selembar surat agar aset tersebut dapat mulai dirombak.

“(tentang) Pasar induk Pak Lukita sudah tandatangan (diserahkan), saya minta ke beliau ada satu surat bahwa saya boleh menggunakan Pasar Induk itu langsung,” kata Rudi, di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (4/1).

Menurutnya Kepala BP Batam menyambut harapan tersebut, hal ini dibicarakan dalam rapat Formum Komunikasi Pimpinan Daerha, kemarin. BP Batam menargetkan pekan ini surat tersebut akan keluar.

“Surat keluar, pedagang sebanyak 85 orang di pasar tersebut kami pindahkan,” ucapnya.

Ia menyampaikan, tindakan tersebut perlu dilakukan sembari menunggu proses peralihan aset di Kementrian Keuangan (Kemenkeu) RI. Ia berpendapat, proses di Kemnetrian butuh waktu yang cukup lama yakni 3 sampai 4 bulan, bahkan bisa saja setahun. Sementara Batam sangat butuh pasar induk tersebut.

“Makanya saya minta beliau buat surat, pasar itu nanti bukan lagi direnovasi tapi dibongkar,” terangnya.

Ditanya soal desain pasar, Rudi menyampaikan beberap waktu lalu telah menugaskan tim untuk melakukan studi banding ke Pasar Klewer Surakarta, Jawa Tengah.

Dalam pengerjaannya, pasar Induk kelak akan dibangun bertingkat dan tingginya disesuaikan dengan jumlah pedagang yang kelak akan menempati pasar tersebut.

“Bisa 4 sampai 5 lantai, yang jelas bisa tampung seluruh PKL Jodoh Nagoya dan semuanya. dan Pasar basah harus di bawah, tak boleh di atas,” imbuhnya.

Untuk diketahui, penataan pasar induk merupakan satlah satu prioritas yang akan dikerjakan Pemko Batam berkenaan dengan penyerahan aset dari BP Batam ke Pemko Batam.

Terkait anggaran pembangunan, ia mengaku akan meminta bantuan ke Kementrian Perdagangan (Kemendag) RI. Sejatinya, ia bersama Wakil Wali Kota Amsakar Achmad juga Nyat Kadir sempat ke Kemendag sebelumnya, pada prinsipnya Kemendag mau memberikan bantuan namun kala itu masih terkendala ketidakpastian tempat pembangunan pasar.

“Kalau ada tempatnya Kemendag kasih bantuan,” imbuhnya. (cr13)

Respon Anda?

komentar