batampos.co.id – Kalangan pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam optimistis menatap tahun 2018. Mereka yakin tahun politik ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di dalam negeri, termasuk di Batam.

Ketua Kadin Batam Jadi Raja Gukguk mengatakan, perhelatan pilkada serentak di sejumlah daerah, termasuk di Kepri, akan menggerakkan sejumlah sektor usaha. Mulai dari percetakan, katering, dan lainnya. Sehingga roda perekonomian akan bergerak cepat.

“Kehadiran tahun politik buat ekonomi cepat tumbuh,” kata Jadi saat berkunjung ke kantor redaksi Batam Pos di Graha Pena Batamcenter, Kamis (4/1).

Bahkan Jadi yakin, target pertumbuhan ekonomi Batam sebesar 4,5 persen pada 2018 yang dicanangkan Badan Pengusahaan (BP) Batam akan mudah terealisasi. Begitu juga target pertumbuhan 7 persen pada tahun 2019 mendatang.

Namun ia mengingatkan, BP Batam tidak boleh hanya fokus pada pengembangan sektor industri manufaktur. Menurut Jadi, BP Batam harus menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu prioritas yang dikembangkan.

Dalam kesempatan itu Jadi mengatakan, saat ini BP Batam memang sudah mulai menggarap sektor pariwisata. Namun ia mengkritik, beberapa agenda wisata yang masuk dalam kalender wisata BP Batam dinilai berskala kecil. Seperti Car Free Day dan pemilihan Duta Wisata BP Batam.

“BP Batam harus lebih dari itu. Jika BP urusi itu, maka terlalu kecil, karena ada banyak potensi yang bisa dimanfaatkan,” katanya.

Contohnya adalah pemanfaatan Bandar Udara Hang Nadim. “Bandara kita sudah internasional, tapi belum maksimal pemanfaatannya. Mengapa tak dijajaki saja penerbangan langsung dari Batam ke China atau Hongkong. Cara seperti ini mampu menarik wisman. Jadi tak hanya sekadar Funbike atau Duta Wisata,” ungkapnya.

Selain sektor pariwisata, Jadi melanjutkan, BP Batam juga harus mengembangkan bisnis digital. Termasuk dengan mengembangkan serta membangun sarana dan infrastruktur pendukung bisnis digital.

Jadi kemudian mengatakan Kadin Batam akan mengusulkan pembentukan Badan Pariwisata Daerah bersama stakeholder untuk mengembangkan pariwisata di Batam. Sedangkan untuk bisnis digital, Kadin Batam sudah membentuk Dewan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) yang berfungsi untuk menata perkembangan bisnis digital di Batam agar bisa diterima secara menyeluruh di Batam.

“Karena masih banyak yang belum siap menerimanya di Batam,” katanya.

Sedangkan Ketua Dewan Pakar Kadin Batam Ampuan Situmeang mengingatkan, bahwa tugas BP Batam itu adalah membangun infrastruktur, bukan menggelar event. Di samping itu, sinergi antara Pemko Batam dan BP Batam sangat diperlukan mengingat inkonsistensi pemerintah pusat dalam menentukan nasib Batam kedepannya.

“BP dan Pemko harus bersatu. Kalau tidak, Batam ya gitu-gitu aja. Sebentar-bentar FTZ, bentar lagi KEK,” jelasnya.

Namun ia memahami bahwa untuk memperbaiki regulasi yang tumpang tindih butuh waktu dan proses yang panjang. “Tidak mudah perbaiki regulasi, tapi dengan adanya dialog seperti saat ini, maka separuh masalah sudah hilang,” pungkasnya.

Sebelumnya, Deputi V BP Batam Bambang Purwanto mengatakan pihaknya sudah menyusun agenda pariwisata untuk 2018. Di antaranya wisata olahraga yang dinilai cukup efektif untuk mendatangkan wisatawan mancanegara.

“BP Batam punya agenda untuk meningkatkan ekonomi terutama dari bidang pariwisata. Salah satunya adalah membuat event olahraga bertaraf internasional,” kata Bambang belum lama ini.

Sementara untuk pengembangan bisnis digital, Batam memang menjadi prioritas pemerintah pusat. Bahkan Presiden Joko Widodo sendiri yang menyampaikan dan menawarkan potensi tersebut kepada investor Singapura, beberapa waktu lalu.

Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk bersama pengurus kadin lainnya berkunjung ke Batam Pos, Kamis (4/1/2018). F Dalil Harahap/Batam Pos

Jokowi mengatakan beberapa pengembangan ekonomi digital yang dimaksud antara lain Digital Park Cluster di Nongsa, Batam. Lalu ada pengembangan inkubator start up (perusahaan pemula) serta pelatihan bagi pekerja sektor informatika maupun para pengajar.

“Dengan kerja sama ini kami (Indonesia dan Singapura) akan melompat maju (di sektor digital),” kata Jokowi kala itu.

Sedangkan Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, tahun ini pihaknya menargetkan investasi asing di Batam sebesar Rp 10 triliun. Dengan tingginya modal asing yang masuk, ia optimistis Batam mampu meraih pertumbuhan ekonomi sebesar 4,5 persen pada tahun ini.

Guna mengejar target tersebut, Lukita mengatakan BP Batam terus berbenah. Khususnya di bidang layanan dan perizinan. Selain itu, BP Batam akan terus memperbaiki sinergi dan kerja sama dengan semua pihak, termasuk Pemko Batam.

Kemudian, pembenahan pelabuhan Batuampar juga menjadi fokus perhatian BP Batam. Sebab pelabuhan tersebut merupakan pintu keluar-masuk komoditas dari dan ke Batam, termasuk komoditas ekspor-impor.

“Kami akan bekerja lebih keras di tahun ini. Yang jelas potensi untuk mendatangkan investasi masih terbuka,” kata Lukita pada Rabu (3/1) lalu di Tanjungpinang. (jpg)

Advertisement
loading...