Kebun Raya Batam.
foto: putut ariyotejo / batampos

batampos.co.id – Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Batam Herman Rozie menyesalkan minimnya kesadaran pengunjung Kebun Raya Batam (KRB) dalam menjaga tanaman yang ada destinasi wisata baru tersebut. Untuk diketahui, liburan kemarin ribuan orang berkunjung ke kebun yang berlokasi di Nongsa Batam ini.

“Sambil foto, ada yang tidur-tidur di bunga itu. Sampai ada yang panjat di tulisan Kebun Raya itu, ngapain coba,” ucap Herman, Kamis (4/1) siang.

Menurutnya, Kebun Raya Batam merupakan aset yang mesti dijaga bersama, apalagi ruang terbuka hijau tersebut digadang-gadang akan menjadi salah satu ikon baru Kota Batam. “Kita ini kan kurang ruang terbuka hijau, makanya kita harus jaga,” ajaknya.

Ia menyampaikan membangun kebun tersebut bukan perkara mudah mengingat KR Batam merupakan kebun buatan, yang artinya pembangunannya mulai dari nol. Berbeda dengan kebanyakan kebun raya di daerah lain yang cikal bakalnya adalah hutan.

“KR Batam ini mulanya tanah gersang, (kebun) buatan. Tidak mudah rawatnya dan perlu waktu yang lama. Cari tanamannya dulu, menata dan lain-lain,” ucapnya.

Selain berharap kesadaran masyarakat, pihaknya telah meminta bantuan ke Satuan Polisi Pamong Pradja Batam agar turut serta menjaga KR Batam, terlebih terkait aksi pengunjung yang dapat merusak tanaman di kebun yang dikembangakan bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini.

“Kami sudah minta bantu agar di kebun raya dapat di BKO Satpol PP. Sekitar lima orang yang diperbantukan dan bertugas pada Sabtu dan Minggu, karena hari itu banyak orang yang datang,” ucapnya.

Untuk diketahui, KR Batam memiliki Taman Warna-warni juga Taman Palem, rencananya kan diresmikan Maret 2018 mendatang. Sebelumnya, soft launching telah dilakukan pertengahn November 2017 lalu. (cr13)

Advertisement
loading...