Sardison. F. Jailani/Batam Pos.

batampos.co.id – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMD-Dukcapil) Kepri, Sardison mengatakan ada 112 desa di Provinsi Kepri yang belum bisa diakses secara online. Menurut Sardison, sistem koneksi berbasis informasi teknologi sangat dibutuhkan untuk mempercepat arah pembangunan.

Iklan

“Dari data base yang kita kantongi, ada 112 desa di Kepri yang belum bisa di akses secara online,” ujar Sardison, Jumat (5/1) di Tanjungpinang.

Mantan Kepala Biro Pembangunan Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, secara keseluruhan di Provinsi Kepri ada 416 desa/kelurahan. Lebih lanjut katanya, baik desa maupun keluruhan yang letaknya berada dekat dengan Ibu Kota Pemerintahan rata-rata sudah bisa menggunakan sistem online.

“Desa yang belum bisa berada jauh atau istilahnya masih blank spot. Kita berharap dalam dua tahun kedepan, persoalan ini tuntas,” papar Sardison.

Masih kata Sardison, untuk mengawal dan mengawasi pelaksanaan dana desa atau capaiannya juga memerlukan akses internet. Disebutkannya, pihaknya juga sudah merancang Sistem Informasi Desa (Sikades). Untuk mendukung terobosan tersebut, semua desa harus terkoneksi dengan jaringan internet.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kepri terkait persoalan ini. Terjamahnya semua desa dengan koneksi internet, bisa membawa perubahan yang baik bagi Provinsi Kepri kedepan,” jelas Sardison.

Ditambahkannya, dengan adanya jaringan internet sampai ke seluruh desa, pihak luar juga bisa mengetahui profile masing-masing desa. Artinya dapat melihat secara tidak langsung tentang potensi yang ada disetiap desa. Apalagi dengan adanya dana desa bisa mempercepat pembangunan infrastruktur desa.

“Akselerasi pembangunan tentunya tidak lepas dan informasi dan komunikasi. Jika semua desa sudah terjamah oleh IT, pergerakan pembangunan juga akan cepat,” tutup Sardison.(jpg)