ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam berencana membangun tujuh instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di tujuh pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas).

“Dari 19 Puskesmas, baru ada empat yang telah dibangun IPAL, sedangkan yang lainnya belum,” kata Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmardjadi, Jumat (5/1).

Saat ini limbah yang dihasilkan puskesmas ditampung di tempat pembuangan sederhana, sedangkan limbah padat menggunakan pihak ketiga.

Untuk itu, tahun ini dia menargetkan tujuh puskesmas akan dibangun IPAL agar memiliki pengolahan dan mengurai limbah yang dihasilkan dari aktivitas puskesmas.

“Kami dahulukan puskesmas yang akan diakreditasi, karena itu merupakan salah satu yang menjadi penilaian ,” terangnya.

Untuk satu IPAl menghabiskan dana hingg Rp 200 juta, jadi total yang dianggarkan tahun ini sebesar Rp 1,4 miliar yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2018.

Pria yang berprofesi sebagai dokter kandungan ini menyebutkan sebelumnya sudah ada empat puskesmas yang memilki IPAL diantaranya, Puskesmas Belakangpadang, Lubukbaja, Sungaipanas dan Sekupang.(cr17)

Respon Anda?

komentar