Bupati Karimun, Aunur Rafiq. F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Awal tahun, ada beberapa orang aparatur sipil (ASN) di lingkungan Pemkab Karimun yang ditarik Provinsi Kepri. Bahkan, ada satu orang kepala dinas (Kadis) aktif yang diam-diam mengurus pindah tanpa sepengetahuan Bupati Karimun. Pejabat tersebut menjabat di Dinas Pemuda dan Olahraga dan baru diketahui setelah Bupati mendapatkan laporan dari Provinsi Kepri.

”Sebenarnya, Yusrial Mahyuddin yang menjabat sebagai Kadis Pemuda dan Olahraga tidak pindah diam-diam. Memang saya sempat bertanya ketika yang bersangkutan mengajukan pindah. Meski demikian, kepindahan yang bersangkutan tidak ada masalah. Bahkan, dengan adanya kepindahan pejabat eselon dua sudah tentu memberikan peluang kepada ASN kita yang lain untuk duduk di jabatan eselon dua,” ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq, Jumat (5/1).

Menyinggung tentang banyaknya ASN yang ditarik ke Provinsi Kepri, Rafiq menyebutkan, tidak begitu banyak yang pindah, sampai saat ini laporan yang diterima dari Badan Kepegawaian Daerah dan Sumber Daya Manusia (BKD SMD) hanya tiga orang. ”Satu orang eselon dua, dan selebihnya staf. Dan, salah seorang staf yang pindah tersebut alasan kepindahannya karena ikut suami yang bertugas di Tanjungpinang,” paparnya.

Kemudian, kata Rafiq, untuk tenaga honorer yang terlibat masalah narkotika, Pairuz Alfaizam tetap akan diberikan sanksi. Apalagi dari tangan yang bersangkutan ditemukan barang bukti. Seandainya proses hukum terhadap yang bersangkutan divonis bersalah, maka tindaka tegas seperti pemecatan akan dilakukan. Dan, dia menghimbau agar jangan ada lagi ASN dan tenaga honor tang terlibat dengan tidak pidana narkoba atau kriminal. (san)


loading...