Kepala BP Batam Lukita Dinarsah Tuwo memberikan legalitas kepada Kampung Tua, Bengkong Sadai.
foto: Rifki / batampos

batampos.co.id – Niat Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk mengembangkan pariwisata di Batam sangat serius. Karena institusi pengelola lahan di Batam ini ingin mengembangkan kampung tua sebagai salah satu destinasi wisata.

“Disini tak ada kampung batik atau kampung kue. Makanya saya akan minta masyarakat untuk buat konsep tentang kampung wisata,” kata Deputi V BP Batam, Bambang Purwanto, Jumat (5/1).

Dengan usulan dari masyarakat, maka BP Batam akan semakin yakin ketika diminta oleh DPRD Batam untuk memaparkan konsepnya tentang pengembangan pariwisata di kampung tua.

Dalam mengembangkan konsep wisata kampung tua, BP Batam akan mengerahkan seluruh karyawannya untuk ikut berpartisipasi.

“Jadi, karyawan di BP Batam diajak peduli ke masyarakat lewat banyak event. Biar makin akrab, apalagi dengan warga kampung tua,” ungkapnya.

Tapi sebelum melakukan itu, kampung tua yang ada di Batam harus ditata terlebih dahulu. Setelah tertata dengan baik, maka BP Batam akan memberikan legalitasnya.

“Jika masyarakat sudah menatanya sendiri, maka bisa ajukan ke BP Batam. Kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk memperoleh legalitas yang sama seperti Bengkong Sadai,” ujarnya.

Sebelumnya, BP Batam telah memberikan legalitas kepada Kampung Tua Bengkong Sadai. Dan target berikutnya setelah melewati hasil survey adalah Kampung Tua Bengkong Laut dan Kampung Tua Belian. (leo)

Advertisement
loading...