Pilot Malindo Air, Amad Syahman (tengah) positif mengkonsumsi sabu dan ditemukan juga barang bukti sabu dengan berat 1,9 gram, Sabtu (30/12/2017). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pilot Malindo, Ahmad Syahman ternyata sudah pernah berurusan dengan pihak aparat sebelum diamankan BNNP Kepri. Hal itu ditunjukan oleh orang tua Ahmad ke BNNP Kepri. “Sudah bertemu mereka (orangtua Ahmad dengan anaknya,red). Dia menunjukan ke kami, anaknya pernah mendapatkan surat yang menerangkan dirinya mengalami kecanduan narkoba,” kata Kabid Brantas BNNP Kepri, Bubung Pramiadi, Jumat (5/1).

Surat itu,menurut Bubung tidak akan mengubah keputusan dari BNNP Kepri. Ia mengatakan pihak BNNP Kepri tidak melakukan tindakan rehabilitasi ke Ahmad Syahman.

“Dia bukan orang Indonesia, tapi WN Malaysia. Rehabilitasi itu untuk orang Indonesia saja,” ucapnya.

Bubung mengatakan seharusnya Ahmad sedari awal jujur. Tidak hanya pada keluarganya saja, tapi juga maskapai tempat dirinya berkerja. Sehingga Ahmad tidak diperbolehkan untuk menerbangan pesawat.

“Akibatnya apa, maskapai tempat dia bernaung dirugikan atas prilakunya,” ujarnya.

Hingga kini, kata Bubung pihaknya masih terus melengkapi berkas-berkas Ahamad Syahman. Dijelaskan Bubung, hal ini untuk menuntaskan kasus ini dan mengirim tersangka menuju ke persidangan. “Kami masih menunggu hasil laboratorium, pemeriksaan saksi dan penetapan atas barang bukti (1,9 gram sabu yang dibuang Ahmad,red). Prosesnya masih lama,” tuturnya.

Ahmad Syahman, Pilot asal Malaysia yang diamankan BNNP Kepri, Sabtu (30/12) saat digelar operasi bersinar. Operasi tersebut tidak hanya menyasar ke penumpang saja, tapi juga para pilot. Pria berusia 35 tahun ini tes urinnya dinyatakan positif terindikasi narkoba. Dan petugas BNNP Kepri menangkap basah Ahmad berusaha membuang sabu yang disimpan dalam kotak kacamata.

Atas perbuatan Ahmad ini, BNNP Kepri menjeratnya dengan pasal 112 dan 115 Undang-undang no 35 tentang narkotika. (ska)

Advertisement
loading...