foto:
dhresource.com

batampos.co.id – Tiongkok merupakan negara sangat terkenal akan budayanya yang unik, dimana selalu ada unsur seni di setiap elemennya. Tak heran, warga keturunan Tionghoa yang banyak menetap di berbagai belahan dunia, bisa dengan mudah memperkenalkan budaya dari para leluhurnya. Salah satunya adalah pakaian tradisional Tionghoa yang sudah sangat familiar di dalam industri fashion dunia.

Pakaian tradisional Tionghoa yang paling dikenal pada umumnya adalah Cheongsam, yang merujuk pada arti pakaian panjang. “Cheongsam ini sendiri justru bukan pakaian budaya dari suku Han (suku minoritas Tionghoa). Melainkan dari suku Manchuria atau Manchu,” kata mantan Ketua Umum Batam Hainan Huiguan, Teng Tjai Tije Hang.

Di daerah lain seperti Beijing, pakaian tradisional ini disebut sebagai Qipao. Awal perkembangan bangsa Manchu yang masih di dalam pemerintahan Dinasti Qing, wanita-wanita bangsa Manchu mulai mengenakan pakaian Qipao. Meskipun kekuasaan dari bangsa Manchu ini hanya sebentar, namun tradisi mengenakan pakaian Qipao tetap bertahan hingga saat ini.

Tije menjelaskan, kepopuleran Cheongsam mungkin dikarenakan desainnya yang fleksibel, sehingga bisa digunakan untuk menghadiri berbagai acara yang santai maupun formal. Cheongsam juga menonjolkan aspek kesederhanaan dan kerapihan bagi penggunanya. Untuk pembuatannya juga tidak terlalu sulit.

“Bahan yang digunakan pada awalnya adalah sutera dengan sulaman emas atau perak. Tapi sekarang bisa menggunakan bahan yang lembut, asalkan nyaman untuk dipakai,” terangnya.

Dalam sejarahnya, warna dari baju tradisional Tionghoa ini menunjukkan status dari penggunanya. Untuk masyarakat kalangan bawah memakai warna baju yang cenderung gelap sepeti, biru tua, abu-abu tua, dan hitam. Sedangkan pada kalangan atas memakai warna baju yang cerah seperti, merah, oren, dan biru muda.

Warna-warna pakaian itu juga melambangkan arti. Misalnya merah. Warna ini menyerupai unsur api yang memiliki arti keberanian, atau bisa juga diartikan kebahagiaan,” ujar Tije.

Lebih lanjut diceritakannya, selain Cheongsam atau Qipao, pakaian tradisional Tionghoa juga ada yang bernama Samfoo atau pakaian rakyat. Samfoo ini identik dengan model keah tinggi (seperti baju koko), kancing kain yang berada menyamping ke arah bahu, dan di bagian bawah baju disamping kanan-kiri berbelah.

“Pakaian ini biasa dipakai untuk kegiatan sehari-hari oleh warga Tionghoa,” sebutnya.

Setelah itu, ada yang bernama Hanfu. Pakaian ini bisa disebut sebagai nenek moyang pakaian tradisional bangsa Asia Timur (Cina, Jepang, dan Korea).

“Di Cina disebut Hanfu, Jepang disebut Kimono, dan di Korea disebut Hanbok,” ucap Tije.

Hanfu identik dengan baju di dalam kerajaan yang memakai lengan besar dan terlihat elegan. Kalau untuk pendekar atau prajurit kerajaan, modelnya memiliki renda-renda.

“Hingga saat ini Hanfu dipakai oleh golongan peminat Hanfu, ataupun saat perayaan-perayaan istimewa dalam sejarah Cina,” pungkasnya. (FEBBY ANGGIETA PRATIWI, Batam)


loading...