batampos.co.id – Sektor terbaru yang digarap BP Batam untuk menggerakkan ekonomi Batam secara langsung adalah bidang pariwisata. BP Batam di 2018 serius menggarap sektor pariwisata bersama Pemko Batam. Akan ada event bersama dan bergantian digelar sepanjang 2018.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan pariwisata memang bisa menjadi andalan penggerak ekonomi Batam, di saat sektor lain masih lesu. Itu sebabnya, BP Batam serius menggarap sektor ini dengan membentuk biro pariwsata yang didukung anggaran untuk berbagai event dan pengembangan destinasi wisata baru.

“Kami telah menyusun kalender event selama setahun,” kata Lukita dalam perbincangan santai di lantai delapan Gedung BP Batam, Kamis (4/1) malam lalu.

Deputi V Bidang Pelayanan Umum BP Batam Bambang Purwanto menguraikan, event olahraga bertaraf internasional yang diadakan pihaknya antara lain; perlombaan BP Batam Internasional futsal, Downhill Dangas Internasional, Tour De Barelang Bintan, Dragon Boat Internasional, Marathon Barelang, turnamen bulutangkis terbuka, voli pantai, golf, gokart, road race dan pertandingan bola voli internasional.

“Selain itu kami juga akan mengadakan kegiatan seni dan budaya seperti karnaval pentas seni budaya melayu dan nusantara,” sebutnya.

Selain kegiatan seni dan budaya, pihaknya juga merancang pameran foto yang akan dilaksanakan para fotografer dari media di Kota Batam.

Serta konser musik yang diisi artis Indonesia dan mancanegara.

Bambang juga mengatakan BP Batam juga akan menggelar acara Batam Menari dengan target peserta 50 ribu sampai 70 ribu orang. “Kita juga akan mengadakan pemilihan Cik dan Puan untuk menjadi duta pariwisata serta festival makanan tradisional dan digital festival,” ujarnya.

Bersama Pemko dan Pemprov Kepri, BP Batam juga akan mengembangkan destinasi wisata Batam yang diharapkan bisa menjadi ikon baru wisata Batam. Antara lain, pengembangan eks Camp Vietnam dan sekitarnya di Kecamatan Galang. Kawasan ini akan disulap menjadi objek wisata menarik dengan memadukan wisata sejarah dan alam serta didukung sejumlah atraksi berupa event wisata.

Selain eks Camp Vietnam, BP Batam juga berencana menjadikan waduk-waduk di Batam sebagai salah satu objek wisata menarik. Juga akan mengembangkan Tanjungpinggir dan beberapa kampung tua sebagai destinasi wisata baru.

Sejumlah pulau juga berpotensi dikembangkan menjadi destinasi baru dengan menggandeng berbagai pihak untuk mengembangkan resort.

Jembatan barelang juga akan dipercantik dan mengembangkan objek wisata pendukung di sekitarnya. Begitupun di ujung Jembatan enam yang bisa dikembangkan wisata mangrove dan wisata menyelam.

“Tujuannya supaya ekonomi bergerak. Dimensi pariwisata itu luas, semua bisa menikmati. Wisatawan tertarik datang dan tinggal lama. Hotel, kuliner, souvenir, hingga jasa transportasi semua kebagian,” kata Lukita.

Wali Kota Batam Rudi juga mengungkapkan, ia fokus memperlebar jalan, juga dalam rangka menjadikan Kota Batam lebih rapi dan nyaman, sehingga wisatawan betah di Batam.

Jembatan I Barelang tampak malam hari dengan lampu menyala membuat semakin indah dipandang mata, Minggu (17/12). Jembatan I Barelang adalah salah satu ikon Kota Batam. F. Dalil harahap/Batam Pos

“Saya berharap semakin banyak wisatawan asing dan nusantara yang datang ke Batam. Efek dominonya besar, bisa menggerakan ekonomi lainnya. Makanya Batam harus bersolek seperti gadis cantik,” ujar Rudi.

Pemko Batam melalui Dinas Pariwisata juga sudah menyusun agenda kegiatan setahun penuh. Antara lain; Neptune Regata yang akan digelar pada 10-13 Januari di Nongsa RegataBatam. Kemudian pada 18-22 Januari ada Lomba Cipta Lagu Melayu di Nongsa Poin Marina. Kemudian 5-24 Februari (PAPPRI). Lalu Rugedian Asia Obstade Fun Run 20 Januari. Batam Outer Roud 29 Januari (Real Mountain Bikers).

Kemudian Imlek Festival dan barongsai Show Februari (PSMTI). Chinese New Year di Batam View 16-17 Februari (Batam View Resort). Festival Tembang Tempo Dulu di Grand i Hotel 24 Februari (PAPPRI). Jong Festival di pantai Nongsa 1-5 maret (Dinas Pendidikan dan Olahraga) SPGA golf Tornament 5-7 Maret. Bajafash 16-17 Maret. International Master Enduro 16-18 Maret (selanjutnya lihat tabel, red).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam Pebrialin mengungkapkan, Tour De Barelang yang jadi agenda tahunan yang menghadirkan pesepeda dari berbagai negara tidak terakomodir karena keterbatasan anggaran.

“Tapi kami coba melobi Kementerian Pariwisata dengan melibat Even Organizer (EO) dari Singapura,” ujar Pebrialin.

Selain Tour De Barelang, agenda lain yang tidak teranggarkan APBD murni, ada event Wonder Food Batam juga tak ada anggaran. Bahkan tak hanya agenda yang biasa dilakukan tiap tahun, rencana kegiatan Wonderful Indonesia yang menampilkan kebudayaan berbagai suku bangsa Indonesia yang sempat direncakanan 2017 juga terancam tak tergelar pada 2018 mendatang.

“Agenda-agenda, ini kami usahakan penganggarannya di APBD Perubahan,” imbuhnya.

Sejatinya, tak hanya kali ini agenda pariwisata terusik kekurangan dana. Tiga tahun berturut-turut Sea Eagle Boat Race tak digelar, padahal agenda ini sudah digelar sejak 2003 lalu dan gelarannya dikombinasikan dengan pesta rakyat.

“Ke depan ada harapan terselenggara lagi, kalau anggaran kita membaik,” ujarnya Pebrialin.

Ia mengatakan, keterbatasan anggaran memang kerap menganggu agenda kepariwisataan. Untuk itu pihaknya terpaksa memilah agenda mana yang akan jadi prioritas.

“Dipaksakan kalau duit tak cukup, kan enggak mungkin,” katanya. (nur/leo/cr13)

Respon Anda?

komentar