Kepala Imigrasi Batam Lucky 3-f Cecep Mulyana

batampos.co.id – Kantor Imigrasi Batam akan lebih selektif untuk menyeleksi berkas pembuatan paspor di tahun 2018. Hal itu untuk mencegah TKI non prosedural memiliki paspor sehingga yang ditakutkan diluar negeri tidak terjadi kepada warga Indonesia.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Lucky Agung Binarto mengatakan persyaratan permohonan paspor masih sama. Hanya saja, saat wawancara petugas lebih seleksi terhadap pemohon. Apalagi di Batam rawan pembuatan paspor yang digunakan untuk menjadi TKI non prosedural.

“Tugas kami untuk menghalangi itu terjadi, karena itu pembuatan paspor lebih selektif. Banyak pemohon yang kami tolak karena ketahuan ingin menjadi TKI,” ujar Lucky, Minggu (7/1).

Dikatakannya, hingga akhir tahun 2017 pihaknya sudah menolak lebih dari 500 pemohon paspor yang diduga akan menjadi TKI non prosedural. Hal itu secara tak langsung menyebabkan penurunan cetak paspor biasa di tahun 2017.

“Permohonan paspor biasa ditahun 2017 memang turun dibanding tahun 2016, namun itu karena banyak pemohon yang kami tolak karena ingin menjadi TKI non prosedural,” jelas Lucky.

Disisi lain, ia mengakui jika permohonan paspor elekronik jauh meningkat ditahun 2017. Bahkan sejak akhir Desember hingga 21 Januari mendatang, Imigrasi membuka stand pelayanan pembuataan paspor elektronik di Kepri mal. Meski biaya pembuatan lebih tinggi dibanding paspor lainnya, namun antuasias warga untuk paspor ini masih tinggi.

“Mungkin karena ada beberapa keuntungan paspor elektronik makanya banyak yang beralih kesana. Apalagi, selama hari bakti Imigrasi kami membuka stand khusus pembuatan paspor elekronik,” ujar Lucky.

Disinggung target pembuatan paspor di tahun 2018, Lucky mengaku tak ada target. Menurutnya, hampir setiap bulan ditahun 2017 Imigrasi mencetak lebih dari 5000 paspor.

“Kalau target berapa banyaknya kami tak ada. Karena permohonan ini juga tergantung kebutuhan dari masyarakat. Hanya saja di 2018 , kami akan semakin memperbaiki layanan,’ pungkas Lucky. (she)

Respon Anda?

komentar