batampos.co.id – Wakil Bupati Kepulauan Anambas Wan Zuhendra, mengaku sudah mendengar adanya salah satu pegawainya yang berinisial A, yang terjerat kasus narkoba saat berada di salah satu tempat hiburan di Tanjungpinang beberapa waktu lalu. Namun dirinya enggan untuk berbicara banyak mengenai hal ini.

Iklan

Menurutnya jika ada pegawai yang terjerat narkoba, maka pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib. “Kalau masalah itu sepenuhnya biar ditangani oleh yang berwajib,” ungkapnya kepada wartawan kemarin.

Daerah juga tetap terus berupaya agar pegawai tidak terjebak bahaya narkoba, salah satu caranya yakni dengan mengadakan tes urine kepada seluruh pegawai yang dilaksanakan hampir setiap tahun. Baik pegawai tidak tetap maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Untuk mengantisipasi hal ini, Pemda juga telah melaksanakan tes urine setiap tahun,” ungkapnya lagi.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas Sahtiar, menegaskan pihaknya akan mengambil langkah tegas terhadap pegawainya yang telah melakukan pelanggaran berat tersebut. Namun terlebih dulu akan menggali permasalahan yang sebesar-besarnya supaya bisa mengambil kebijakan yang tepat.

“Kita akan pelajari dulu akar permasalahannya. Jika memang yang bersangkutan bersalah, maka pihaknya akan hukuman yang berat, bila pegawai tersebut statusnya masih Pegawai Tidak Tetap (PTT) maka akan memutuskan kontrak kerjanya,” ungkap Sahtiar, kepada wartawan kemarin.

Sebelumnya, Tim gabungan Satnarkoba Polres Tanjungpinang, TNI dan Badan Narkotika Nasional (BNN) melaksanakan razia di Karaoke Cosmos Jalan Sukaberenang Kota Tanjungpinang pada Jumat 29 Desember 2017 lalu. Dari hasil razia tersebut, tim mengamankan empat orang. Tiga pria berinisial RM,27, AH,28, dan ST,32, setelah tes urine positif mengandung narkoba, sedangkan untuk seorang perempuan yang berinisial V,22, tidak terindikasi pengguna narkoba. (sya)