Jamin Hidajat. F.Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Perusahaan gabungan asal Australia dan Singapura dengan bendera Bintan Offshore Marina Center (BOMC) telah menanamkan modalnya di KIB Lobam. Meskipun angka penanaman modalnya masih dirahasiakan, perusahaan yang sudah melakukan pematangan lahan ini akan menyedot ratusan tenaga kerja.

“Menurut rencana, enam bulan kemudian sudah konstruksi dan beroperasi. Masa pekerjaan konstruksi tidak akan lama karena bidang galangan kapal biasanya cuma membangun workshop saja,” kata Senior Manager Liaison PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE) selaku pengelola Kawasan Industri Bintan (KIB) Lobam Jamin Hidajat, Minggu (7/1).

Ketua Apindo Bintan ini berharap, industri perbaikan kapal dan penyedia sparepart kapal yang dilakukan BOMC berkembang pesat di KIB Lobam.Sehingga makin banyak investasi yang masuk di kawasan industri yang ada di Kabupaten Bintan ini.

Terlebih, lanjutnya, pada bulan Maret mendatang PT Honeywell Bintan yang saat ini masih beroperasi di Lobam akan pindah ke Malaysia dan menghentikan produksinya di Kabupaten Bintan. “Honeywell pindah, BOMC gantinya. Setidaknya kehadiran BOMC mengurangi angka penganguran, karena bomc bakal merekrut tenaga kerja tahap awal sekitar 400 orang,” tukasnya.

Sebelumnya, sejumlah perusahaan patungan asal Singapura meneken kontrak kerjasama pengembangan kawasan yang bergerak di bidang marine, Bintan Offshore Marine Center (BOMC).

Pembangunan kawasan mulai dilakukan pada lahan seluas sekitar 12 hektare di KIB Lobam. “Hampir 1,5 tahun kami melobinya namun sejak awal mereka komitmen dan
akhirnya meneken kontrak kerja sama,” ungkap CEO Gallant Venture, Frans Gunara yang ditemui di Lagoi Bay, beberapa waktu lalu.

Selama ini, pihaknya lanjut Frans mengembangkan konsep bisnis yang tidak menimbulkan konflik dengan Singapura. “Apa yang tidak dikerjakan industri Singapura, maka kita kerjakan. Termasuk BOMC. Di sini tempat yang cocok buat industri mereka, usaha yang bergerak di bidang marine, seperti reparasi kapal dan fasilitas dan sparepart untuk industri galangan kapal,” jelasnya.(cr21)

Respon Anda?

komentar