batampos.co.id – Anggota Sat Res Narkoba Polres Karimun, menemukan airsoft gun jenis walther saat menggerebek pngedar sabu, berinisial Ar, di Kecamatan Tebing, Sabtu (6/1).

Iklan

Penemuan senjata airsoft gun di dalam lemari Ar ini berawal dari penangkapan terhadap seorang pria berinisial Jz pada Sabtu (6/1) pukul 17.00 WIB di Kelurahan Teluk Uma, Kecamatan Tebing. “Saat melakukan penangkapan di rumah Jz ditemukan 3 paket sabu denghan berat 3,11 gram. Selain ditemukannya sabu juga ditemukan timbangan digital dan plastik-plastik yang biasa digunakan untuk membumngkus sabu,” ujar Kasat Res Narkopba Polres Karimun, AKP Nendra Madyatias kepada Batam Pos, Senin (8/1).

Setelah itu, kata Nendra, anggota melakukan interogasi terhadap tersangka Jz untuk mengetahui darimana asal barang. Dan, diketahui sumbernya berasal dari Ar yang juga warga Kecamatan Tebing. Satu jam kemudian dilakukan penggerebekan di rumah Ar dan orang yang dicari sudah tidak ada di rumah. Meski demikian, polisi tetap melakukan penggeledahan di rumah Ar yang disaksikan oleh RT setempat dan istri Ar.

”Kita berhasil menemukan satu paket sabu dan alat hisab di dalam rumah tersebeut. Selain itu, juga ditemukan satu pucuk senjata airsoft gun. Dan, diduga senjata milik Ar ini tidak ada surat izinnya. Saat ini Ar sudah masuk dalam daftar DPO. Kepada yang bersangkutan (Ar, red) kita beri waktu satu pekan untuk menyerahkan diri. Jika tidak, maka pihak kepolisian akan melakukan upaya paksa,” tegasnya.

Dilanjutkannya, sehari sebelumnya, Jumat (5/1) pihaknya melakukan penangklapan terhadap Ha di salah satu tempat rumah kos di Kecamatan Meral dengan barang bukti dua paket sabu dengan berat 0,57 gram bersama alat hisab. Kemudian, anggota melakukan pengembangan dan diakui tersangka Ha bahwa barang haram tersebut berasal dari MM.

Malam harinya dilakukan penyelidikan dan diketahui keberadaan MM di salah satu pasar swalayan. Setelah ditunjukkan oleh Ha, akhirnya MM yang sedang duduk di atas sepeda motornyas berhasil ditangkap. Dari tangan MM memang tidak ditemukan sabu, melainkan uang tunai Rp2.443.000 yang diduga hasil penjualan sabu. (san)