Ilustrasi Satpol PP melakukan razia. Foto: jpnn

batampos.co.id – Sejak direncanakan untuk ditertibkan pekan pertama Januari 2018, penertiban bangunan warga yang berdiri di atas buffer zone yang akan terdampak pelebaran jalan tak kunjung dilakukan. Tim beralasan, tersendatnya rencana tersebut karena terkendala anggaran.

“Tunggu anggaran keluar, makanya belum dilakukan (penertiban),” kata Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpo PP Batam, Imam Tohari, Senin (8/1).

Ia menyampaikan ada beberapa titik yang tinggal ditertibkan, bahkan ini telah direncakan sejak pekan pertama tahun 2018 ini.

“Contohnya di depan Edukit itu (jalan Raja Haji Fisabillah) , seharusnya sudah mulai kami tertibkan,” terangnya.

Namun demikian, ia berpendapat anggaran tersebut tengah diproses. Anggaran diperlukan, kata dia, untuk keperluan peralatan hingga konsumsi tim terpadu.

“Biasanya sekitar tanggal 15 Januari, mudah-mudahan cepat turun. Kita tunggu saja,” imbuhnya.

Selain titik pelbaran jalan yang akan dibongkar tersebut, bangunan liar di sepanjang ruas jalan Laksamana Bintan dari Simpang Gelael ke Simpang Frengki sudah mendapat Surat Peringatan (SP) III. Bangunan pada ruas jalan Ahmad Yani dari Simpang Frengky ke Simpangkabil dan bangunan pada ruas jalan Simpang Kuda-Bengkong Seken telah mendapat SP I.

“Untuk yang dari Polsek Lubukbaja ke Simpang Baloicenter dan Simpang Baloi center ke arah Universitas Internasional Batam (UIB) sedang kami himbau,” katanya.

Sementara itu Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyampaikan penertiban ini meruapakan suatu keharusan agar proyek pelbaran jalan dapat berjalan dengan baik. Namun ia menegaskan dalam prakteknya, petugas diminta untuk menghindari benturan fisik dengan warga.

“Ini tidak boleh terjadi, sampaikan dengan baik. Bahwa ini juga untuk kepentingan mereka,” ucapnya.

Terkhusus di ruas jalan Raja Haji Fisabillah (Flyover-Simpang Gelael), RUdi menyampaikan akan membangun lima lajur, hal ini untuyk mengimbangi berdirinya Flyover Laluan Madani. Tak hanya itu, di sisi kanan dan kiri ruas jalan setelah diperbaiki akan digelar serupa pasar malam, seperti di singapura.

“Kita buat ada lampu-lampunya. Dan aktivitasnya kita tentukan, bisa dua kali tiap bulannya,” pungkasnya. (cr13)

Respon Anda?

komentar