Pameran apartemen di Tanjungpinang . f Cipi Ckandina/Batam Pos

batampos.co.id – “Apartemen itu sebenernya sudah satu keniscayaan, dengan lahan yang tidak banyak untuk perumahan maka rumah itu perlu yang vertikal,” tandas Senior Associate Director Colliers Indonesia, Ferry Salanto.

Iklan

Apalagi, saat ini harga rumah tapak di Jakarta sudah di atas Rp 400 juta. Dengan rata-rata penghasilan karyawan di Jakarta sebesar Rp 5 juta, sulit rasanya dapat menebus hunian tersebut.

Ferry mengatakan, kendala itu akhirnya membuat kelas menengah menjadikan apartemen sebagai alternatif untuk memiliki hunian.

“Kalau Jabodetabek orang beli rumah atau apartemen dan mau tinggal di Jakarta itu dengan kelas menengah sekarang beli rumah itu berat banget jadi opsinya beli apartemen,” ujarnya di Gedung WTC Sudirman, Jakarta, Selasa (9/1).

Menurutnya, tren itu juga telah bergeser ke wilayah sekitarnya. Pasalnya, minimnya ketersediaan lahan membuat hunian vertikal menjadi pilihan terbaik bagi masyarakat. (hap/JPC)