Pengendara melintas di Jalan Marina City, Tanjunguncang, Batuaji, Senin (8/1). Jalan ini kerab banjir akibat terlalu rendah. Warga berharap ditinggikan supaya tidak banjir. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Upaya pemerintah untuk mengatasi persoalan banjir di jalan Marina City belum maksimal. Jalan menuju kawasan wisata terpadu Marina itu masih langganan banjir saat hari hujan.

Hujan deras yang mengguyur Batam beberapa hari lalu menyebabkan jalan kembali digenangi banjir dengan tinggi mencapai sebetis orang dewasa. Aktifitas lalu lintas lumpuh total sebab kendaraan tak bisa menerobos genangan banjir tersebut.

Belum lama ini Pemerintah Provinsi Kepri telah meninggikan lokasi jalan yang terendam banjir tersebut, melalui proyek peningkatan jalan yang dikerjakan oleh CV Humbang Utama Bersatu.

Namun proyek tersebut sepertinya belum begitu mengatasi persolan banjir di sana. Itu karena jalan yang dikerjakan berupa pemasangan gorong-gorong dan semenisasi tidak cukup tinggi dari lahan di sekitar jalan. Kondisi ini diperparah lagi dengan sistem drainase jalan yang belum disemenisasi, sehingga tak ada jalur khusus untuk aliran air selain badan jalan tersebut.

Pantauan di lapangan, sistem drainase di sepanjang jalan itu memang tidak berfungsi maksimal. Itu karena drainase baru sebatas galian tanah saja. Saluran drainase belum disemenisasi sehingga kembali tertimbun tanah dan ditumbuhi semak belukar. Begitu jalan di lokasi banjir depan perumahan Devin Premier masih cukup rendah dari dataran di sekitarnya.

Kondisi jalan dan drainase yang tidak bagus itu disayangkan warga dan pengguna jalan di sana. Warga berharap agar proyek peningkatan jalan ke depannya benar-benar memperhatikan ketinggian jalan dan dibarengi dengan pengerjaan drainase.

Cuman itu solusinya. Jalan ditinggikan lagi terus bagusin drainase. Kalau hanya perbaikan jalan saja percuma. Drainase juga dibenarin,” ujar Andreas, warga Marina, Senin (8/1).

Proyek peningkatan jalan dari Pemprov sebelumnya dianggap tidak maksimal sebab belum mengatasi keluhan warga atas persoalan banjir itu. Padahal proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah itu sangat dinantikan warga agar persoalan banjir dan juga kerusakan jalan bisa diatasi dengan baik.

“Kami sudah ikhlaskan ruli di sepanjang jalan ini digusur agar jalan dan drainase ini dibenarin, tapi ternyata tidak ada perubahan. Banjir malah tambah parah. Ini harus diperhatikan pemerintah agar proyek-proyek kedepannya tidak sia-sia seperti ini,” tutur Bonar, warga lainnya. (eja)

Respon Anda?

komentar