Jalan Tarempa-Desa Tiangau Kecamatan Siantan Selatan, tepatnya di perbatasan antara Desa Tarempa Barat Daya kecamatan Siantan dengan desa Tiangau Kecamatan Siantan. F. Syahid/Batam Pos.

batampos.co.id – Jalan raya Tarempa-Desa Tiangau kecamatan Siantan Selatan perlu perawatan yang intensif. Pasalnya, semenjak dibangun beberapa tahun lalu, kini sebagian jalan tersebut sudah mulai tak terurus. Disekitar perbatasan antara Desa Tarempa Barat Daya dengan Kecamatan Siantan dengan Desa Tiangau kecamatan Siantan Selatan terlihat menyeramkan.

Iklan

Pasalnya, ditepian jalan aspal tersebut banyak ditumbuhi rumput liar dan semak belukar. Saking lebatnya dan tak pernah dipotong, semak belukar tersebut tumbuh hingga ke jalan. Bahkan ada tumbuhan seperti akar-akaran bergelantungan hingga hampir menyentuh aspal.

Sementara itu di bawahnya sudah terkumpul dedaunan kering yang memenuhi badan jalan. Jika ada pengendara motor maupun motor roda tiga, dari arah Tarempa, maka dipastikan akan terganggu akar yang bergelantungan tersebut. Pemandangan seperti itu dapat dilihat hampir disepanjang jalan.

“Kemarin-kemarin bukan hanya ini saja tapi hampir disepanjang jalan tersebut. Karena sebagian sudah dibersihkan warga, bahkan personil kepolisian, sekarang sudah mendingan,” ungkap salah satu warga desa Tiangau Dian, kepada wartawan Minggu (7/1).

Menurutnya, jika akan bersihkan, maka harus koordinasi dengan pihak lain seperti PLN dan pemilik lahan. Pasalnya saat penebangan tumbuhan liar itu harus seizin oleh pemilik lahan. Karena dikhawatirkan bersinggungan dengan kabel tegangan tinggi, maka koordinasi dengan PLN sangat perlu dilakukan.

“Kalau mau diterangkan harus koordinasi dengan PLN supaya listrik dimatikan sementara, soalnya takut bersentuhan dengan kabel tegangan tinggi,” ungkapnya lagi.

Menanggapi hal ini,Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Kepulauan Anambas Khairul, mengakui untuk pemeliharaan jalan baik itu berupa kerusakan kecil pada fisik jalan, hingga penebasan rumput merupakan tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Kepulauan Anambas.

Namun sayangnya tahun ini untuk pemeliharaan jalan tersebut tidak dianggarkan karena anggaran yang ada di maksimalkan untuk pembangunan yang sifatnya fisik. “Seharusnya memang tanggungjawab PU tapi tapi tahun ini tidak ada anggaran untuk itu,” ungkap Khairul kepada wartawan kemarin.

Diakuinya sebenarnya bukan saja jalan Tarempa-Desa Tiangau yang rumputnya lebat, tapi sejumlah jalan di Kecamatan Jemaja juga sama, malahan lebih lebat. “Kemungkinan tahun depan, kalau sudah dianggarkan, maka pemeliharaan seperti itu akan dilaksanakan tiga kali dalam satu tahun,” ungkapnya lagi. (sya)