batampos.co.id – Dugaan tindak kekerasan terhadap anak di bawah umur pada saat penggerebekan tersangka narkoba jenis sabu-sabu di Batu Ampar Ranai diselidiki Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD).

Ketua KPPAD Natuna Tarmizi mengatakan, KPPAD akan menemui keluarga korban. Penyelidikan ini juga buntut dari penggerebekan tersangka narkoba di Batu Ampar yang berujung maut seorang ASN di Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna. Dan menurut informasi tindak kekerasan terjadi anak tersangka.

“Kami segera menemui keluarga korban. Terkait dugaan kekerasan anak pada saat penggerebekan tersangka narkoba. Kalau nanti perlu divisum, harus divisum. Dan bisa dilanjutkan ya dilanjutkan. Tetapi melihat dukungan orangtuanya,” kata Tarmizi di kantor KPPAD Natuna, Senin (8/1).

Dikatakan Tarmizi, dalam dugaan kekerasan terhadap anak yang terjadi saat penggerebekan tersangka narkoba di Batu Ampar tersebut, tidak lagi memerlukan laporan pengaduan orangtua. Namun KPPAD dapat bergerak langsung.

Ditegaskan Tarmizi, jika hasil visum terdapat kekerasan terhadap anak di bawah umum. Maka KPPAD akan menyurati Pihak Polres Natuna khususnya Satuan Narkoba untuk meminta klarifikasi. Dan oknum yang dominan melakukan tindak kekerasan saat penggerebekan tersebut juga akan dilaporkan ke Propam Polres Natuna supaya diproses internal.

“Semua informasi juga sudah kami kantongi, tinggal melengkapi dan dukungan orangtua. Kami juga siap mendampingi korban, jika anak tersebut mengalami trauma,” ujar Tarmizi. (arn)

Advertisement
loading...