Pemotor dan mobil padat merayap dari arah Batuaji tujuan Batamcentre, Senin (8/1). Kemacetan terjadi dari turunan bukit Deang sampai simpang Panbil Mukakuning. Kemacetan ini dikarenakan jalan terlalu sempit ditambah volume kendaraan yangs emakin banyak. Pengendara berharap jalan ini diperlebar supaya tidak terjadi macet. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kemacetan di jalan Ahmad Yani mulai dari Mukakuning hingga Simpang Kabil, Batamcenter kian bertambah parah. Untuk melewati jalan tersebut butuh waktu sekitar satu jam bagi kendaraan roda empat. Kemacetan itu terjadi setiap hari disaat jam sibuk yakni pagi dan sore hari.

Iklan

Kemacetan terjadi karena volume kendaraan yang melintas disaat jam sibuk sangat banyak. Jalan yang lebarnya sekitar 12 meter sepertinya tak mampu lagi menampung padatnya kendaraaan yang melintasi jalan dua jalur itu.

Dari Batuaji, situasi jalan yang tak bersabahat terjadi di dua tempat yakni Mukakuning dan Simpang Kabil atau sebelum Kepri Mall. Mukakuning kemacetan terjadi mulai dari Dam Mukakuning hingga ke simpang Panbil. Sementara di simpang Kabil, macet mulai dari depan gedung Pemadam Kebakaran Mukakuning sampai depan Kepri Mall.

Kemacetan arus lalulintas ini tidak saja dirasakan pengendara kendaraan roda empat tapi juga roda dua. Untuk kendaraan roda dua butuh waktu sekitar 30 menit untuk melewati jalur jalan yang padat merayap itu. Padahal kendaraan roda umumnya sudah menggunakan pinggiran aspal jalan yang tak dilalui kendaraan roda empat, namun kemacetan tetap saja terjadi.

Batam Pos yang mencoba melintasi dua titik lokasi macet itu dengan kendaraan roda dua setidaknya memakan waktu sekitar 30 menit. Di mukakuning kemacetan memakan waktu sekitar 15 sampai 20 menit. Begitu juga di depan Kepri Mall.

Pantauan di lapangan, kemacetan terjadi karena memang volume kendaraan yang melintasi badan jalan itu sangat padat. Ruas jalan yang ada sepertinya sudah tak cukup lagi menampung kendaraan yang ada. Kondisi ini diperparah lagi dengan aktifitas angkutan kota (Angkot) yang berhenti untuk naik atau menurunkan penumpang.

Situasi yang tak bersabahat itu menjadi keluhan serius pengguna jalan di sana. Aktifitas warga jadi terhambat akibat kemacetan itu. Tidak saja pekerja, pelajar dan warga yang hendak berpergian dengan pesawat kerap terlambat sampai ke tempat tujuan. Warga berharap agar pemerintah terkait secepatnya mengatasi persoalan itu.

“Kalau tidak bisa tambah jalan, sebaiknya dilebarkan lagi jalan ini. Kendaraan tambah banyak sementara jalan begini-begini saja terus ya tambah macetlah,” ujar Sarwono, seorang pengendara di Mukakuning, kemarin.

Harapan serupa juga disampaikan para sopir kendaraan operasional perusahaan di Batam. Situasi jalan yang kerap macet itu menyebabkan aktifitas produksi perusahaan terhambat. Itu karena material untuk aktifitas produksi perusahaan kerap terlambat tiba di perusahaan karena kendaraan operasional mereka terjebak macet.

“Ini bisa menghambat iklim investasi di Batam. Pemerintah harus perhatikan persoalan ini,” tutur Toto Warman, seorang sopir kendaraan operasional. (eja)