Pemerinksaan calon penumpang di hang Nadim, Batam.
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Seorang penumpang masuk ke dalam terminal keberangkatan Bandara International Hang Nadim, Senin (8/1). Laki-laki dengan menggunakan kemeja merah maron, dengan menggunakan topi berjalan ke arah pintu Walkthourgt, setelah diminta petugas.

“Maaf pak buka topinya,” kata petugas satuan pengaman bandara (Aviation Security) tersebut ke penumpang.

Penumpang itu lalu membuka topinya. Teman petugas itu seperti memberikan kode, untuk melaksanakan pemeriksaan manual. Mulanya pemeriksaan menggunakan metal detektor. Setelah itu dilanjutkan dengan pemeriksaan manual.

“Maaf yah Pak,” tutur petugas itu sebelum melakukan pemeriksaan manual.

Tangan petugas mulai memeriksa bagian tangan, badan, paha, hingga kaki. Tidak luput juga sepatu penumpang. Bagian depan sepatu beberapa kali ditekan petugas. Namun tidak ditemukan hal-hal mencurigakan.

Namun sebelum penumpang itu beranjak untuk mengambil barangnya yang telah melewati X-ray, petugas mengajaknya bicara.

“Mau kemana,” ucap petugas dengan senyum ramah.

Penumpang ini menjawab mau ke Jakarta. Setelah mendengar jawaban penumpang itu, petugas mempersilakan menuju konter check in.

Setiap penumpang yang kelihatan mencurigakan gerak geriknya. Petugas langsung melakukan pemeriksaan dengan alat dan manual. Petugas yang mengawasi pintu masuk terminal bandara ada sekitar 10 orang. Satu orang menjaga di bagian luar, lima orang di depan pintu Walkthourgt, dan empat orang mengamati mesin X Ray.

Pemeriksaan seperti ini, kata Suwarso merupakan hal yang wajar. Ia mengatakan pihaknya sudah lama menetap akan pemeriksaan ketat sebelum memasuki bandara.

“Untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan,” tuturnya.

Petugas satuan pengaman bandara (Aviation Security) melakukan pemeriksaan setiap penumpang yang melawati x-ray sebelum melakukan chek-in di Bandara Hang Nadim Batam, Senin (8/1). F Cecep Mulyana/Batam Pos

Petugas bandara, kata Suwarso memang diperintahkan untuk melakukan pemeriksaan dengan alat dan manual. Tapi tidak semua penumpang. Hanya calon penumpang yang dirasa petugas mencurigakan gerak geriknya.

“Kami juga melakukan pemeriksaan terhadap penumpang yang menggunakan sepatu bot,” tuturnya.

Pemeriksaan sepatu ini, kata Suwarso sesuai dengan arahan Kementrian Perhubungan.

Karena pemeriksaan ketat ini, tangkapan petugas satuan pengamanan bandara terbilang cukup banyak. Terakhir petugas bandara mengamankan tiga orang kurir narkoba yakni Mukhlisin, Ridwan dan Angga.

Dari tangan ketiga orang itu, diamankan sabu seberat 1.895 gram. Satu orang tujuan Jakarta dan dua orang tujuan Surabaya.

Sabu tersebut modusnya disembunyikan di dalam sepatu dan koper. Dari informasi yang dihimpun Batam Pos Mukhilisin ditangkap saat mencoba memasuki terminal keberangkatan Hang Nadim.

“Dari pengakuan Mukhilisin dia bersama tiga orang temannya. Dan sudah berangkat duluan ke Jakarta,” kata sumber Batam Pos.

Begitu mengetahui itu, pihak petugas Hang Nadim segera berkoordinasi dengan petugas Bea Cukai di Cengkareng. Tiga orang yang disebutkan Mukhlisin berhasil diamankan sebelum turun dari pesawat.

“Modusnya sama, masuk dalam sepatu,” tuturnya.

Kasus ini disebutkan sumber ini diserahkan ke Polda Kepri guna pemeriksaan lebih lanjut. (ska)

Respon Anda?

komentar