SPBU satu harga yang merupakan program pusat sudah beroperasi di Kecamatan Tambelan Kabupaten Bintan. F. Dinas Kelautan dan Perikanan Bintan untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (SPBU) yang menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga baik solar maupun premium bagi masyarakat nelayan telah beroperasi di Kecamatan Tambelan Kabupaten Bintan. Namun, masyarakat nelayan belum memanfaatkan karena masih melengkapi berbagai dokumen.

Iklan

“Tambelan sudah, bersamaan dengan diresmikannya SPBU satu harga yang dilakukan Pak Presiden di Palangkaraya,” ungkap Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bintan Fachrimsyah kepada Batam Pos, Senin (8/1).

Meski telah dioperasikan SPBU satu harga di Kecamatan Tambelan, pria yang akrab disapa Fachrim ini mengatakan, umumnya masyarakat nelayan di kecamatan terjauh dari pulau Bintan tersebut masih menunggu kesiapan kelengkapan dokumen. “Tinggal menunggu kesiapan nelayan saja,” sebut Fachrim.

Dijelaskan Fachrim, dokumen yang dimaksud mulai dokumen kapal nelayan, di mana nelayan harus mengurus dokumen kapal ke pihak syahbandar, karena pengurusan dokumen kapal tidak lagi dikeluarkan oleh pihak perhubungan Kabupaten Bintan.
Ia juga menjelaskan, pengurusan dokumen kapal ini tidak harus dilakukan di kantor syahbandar di Bintan melainkan bisa juga diurus ke pihak syahbandar di Kalimantan. “Pertimbangannya karena jarak antara Tambelan ke Kalimantan lebih dekat, jadi masyarakat nelayan bisa mengurus ke Kalimantan,” katanya.

Ditambahkan Fachrim, adanya SPBU satu harga di Tambelan sangat membantu karena harga solar yang dijual adalah harga nasional sebesar Rp 5.150 per liter dan premium dijual Rp 6.450 per liter.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bintan yang mengajukan penambahan kuota solar bagi nelayan ke pemerintah pusat, juga mengusulkan program BBM satu harga di Kecamatan Tambelan. Ternyata program ini direspon baik pusat, dan akhirnya Tambelan mendapatkan program bbm satu harga mulai tahun ini. (cr21)